Janggal CCTV Mati, Komnas HAM Terus Bergerak Kumpulkan Berbagai Alat Bukti

oleh -
oleh
Mohammad Choirul Anam/tempo.co

PUBLIKKALTIM.COM – Berita Nasional yang dikutip PUBLIKKALTIM.COM tentang Komnas HAM terus bergerak mengumpulkan fakta-fakta penembakan enam laskar FPI.

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) telah mengumpulkan berbagai alat bukti dan dokumen terkait peristiwa bentrokan antara Polri dengan pengikut Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) yang terjadi di Tol Jakarta-Cikampek Km 50 pada Senin (7/12) dini hari.

Komnas HAM terus bergerak mengumpulkan fakta-fakta penembakan enam anggota Laskar Front Pembela Islam (FPI).

Pengusutan juga mengarah pada tak berfungsinya kamera tersembunyi atau CCTV di Tol Jakarta-Cikampek, Karawang, Jawa Barat.

Komisioner Komnas HAM Choirul Anam menuturkan, tim investigasi Komnas HAM telah meminta keterangan PT Jasa Marga (Persero) perihal CCTV mati tersebut.

Untuk melengkapi penyelidikan, tim investigasi juga turun langsung ke lokasi baku tembak polisi dengan Laskar FPI tersebut.

“Tim Penyelidikan Komnas HAM memeriksa langsung dan meminta keterangan di tempat objek yang menjadi kendala tidak berfungsinya CCTV dengan maksimal,” kata Anam, Jumat (18/12/2020).

Alumnus Fakultas Hukum Universitas Brawijaya ini menerangkan, tim investigasi Komnas HAM mendapatkan keterangan dari perwakilan Jasa Marga dan tim teknis saat mendatangi lokasi CCTV.

Keterangan itu antara lain mengenai bagaimana cara mereka memfungsikan kamera-kamera tersebut.

Anam berterima kasih kepada Jasa Marga dan tim teknis atas keterbukaan mereka.

Komnas HAM berharap akan semakin banyak potongan-potongan (puzzle) misteri yang terungkap dalam insiden ini.

“Semakin banyak puzzle yang terungkap, semakin terang peristiwa dengan cepat,” ucapnya.

BERITA LAINNYA :  KPK Gelar OTT di Pekalongan, Bupati Fadia Arafiq Diamankan

Enam anggota Laskar FPI tewas ditembak petugas Polda Metro Jaya di Tol Japek, Senin (7/12/2020).

Tindakan tegas dan terukur itu dilakukan karena mereka disebut menyerang petugas dengan senjata api dan senjata tajam.

Enam Laskar FPI itu semula mengawal Habib Rizieq Shihab.

Menurut polisi, di Tol Japek mereka memepet kendaraan polisi dan menyerang sehingga membahayakan nyawa petugas.

Tidak ada rekaman mengenai insiden baku tembak tersebut.

Sebanyak 23 CCTV di Km 49-72 Tol Japek mati ketika peristiwa itu terjadi.

Kejanggalan ini lah yang diselidiki Komnas HAM

Dirut Jasa Marga Subekti Syukur menyebut ada keterlambatan data pada 23 CCTV di sekitar kejadian.

Hal ini mengakibatkan kamera-kamera itu tak berfungsi baik.

“Kebetulan ada gangguan dari Minggu pukul 17.00 sampai Senin pukul 04.00 WIB,” kata usai dimintai keterangan Komnas HAM, Senin (14/12/2020).

Choirul Anam meminta kepada masyarakat jika ada yang mengetahui, memilki atau menguasai informasi berkaitan dengan peristiwa tersebut dapat memberikan kepada Komnas HAM. (*)

Artikel ini telah tayang di inews.id dengan judul ‘Janggal CCTV Mati, Komnas HAM Datangi Lokasi Penembakan FPI’ https://www.inews.id/news/nasional/janggal-cctv-mati-komnas-ham-datangi-lokasi-penembakan-fpi/2