PUBLIKKALTIM.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mempercepat pembenahan organisasi Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Samarinda sebagai bagian dari persiapan menghadapi Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Provinsi Kalimantan Timur 2026.
Langkah tersebut mengemuka dalam audiensi jajaran pengurus LPTQ dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Samarinda, Neneng Chamelia Shanti, di Ruang Rapat Sekda Lantai 2 Balai Kota Samarinda, Rabu (15/7/2026).
Dalam pertemuan itu, kedua belah pihak membahas restrukturisasi kepengurusan LPTQ, persiapan seleksi peserta MTQ tingkat kota, hingga penguatan sarana dan prasarana sekretariat yang akan difungsikan sebagai Training Center (TC) kafilah.
Restrukturisasi dan Penguatan Sekretariat
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Samarinda, Syamsu Nur, menjelaskan bahwa LPTQ perlu segera memperbarui draf Surat Keputusan (SK) kepengurusan.
Sejumlah pengurus mengundurkan diri dan sebagian lainnya sudah tidak lagi aktif sehingga organisasi memerlukan penyesuaian agar roda kepengurusan berjalan lebih efektif.
Selain membahas restrukturisasi, pengurus juga menyoroti kondisi sekretariat yang masih membutuhkan dukungan sarana dan prasarana.
Fasilitas tersebut akan menjadi pusat pembinaan bagi peserta yang dipersiapkan mengikuti MTQ tingkat provinsi.
Pengurus LPTQ Kota Samarinda, Ridwan Tassa, menilai penguatan sekretariat menjadi kebutuhan paling mendesak.
Menurutnya, keberadaan TC akan meningkatkan kualitas pembinaan sekaligus mempermudah koordinasi seluruh kafilah selama masa persiapan.
Dalam waktu dekat, LPTQ Kota Samarinda juga akan menggelar seleksi MTQ tingkat kota untuk menjaring qari, qariah, hafiz, hafizah, dan peserta terbaik yang akan mewakili Samarinda pada MTQ Tingkat Provinsi Kalimantan Timur yang dijadwalkan berlangsung pada Desember 2026.
Sekda Minta Anggaran Disusun Efisien
Menanggapi usulan tersebut, Sekda Samarinda Neneng Chamelia Shanti meminta pengurus segera menyusun daftar kebutuhan secara rinci, mulai dari fasilitas TC hingga kebutuhan keberangkatan kafilah ke ajang MTQ tingkat provinsi.
“Buatkan terlebih dahulu rincian daftar kebutuhan terkait Training Center dan keberangkatan mengikuti MTQ tingkat provinsi dengan seefisien mungkin,” ujar Neneng.
Ia menegaskan bahwa seluruh usulan anggaran harus mengedepankan prinsip efisiensi serta disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.
Menurutnya, perencanaan yang matang akan mempermudah pemerintah dalam menentukan skala prioritas pembiayaan.
Sementara itu, Sekretaris LPTQ Samarinda, H. Ikhwan Saputra, mengatakan pihaknya terus mempercepat koordinasi administrasi dan penguatan kepengurusan agar seluruh tahapan persiapan berjalan sesuai target.
Ia memastikan sekretariat akan difungsikan secara optimal sebagai pusat pembinaan sekaligus tempat pelaksanaan berbagai agenda persiapan menuju MTQ tingkat provinsi.
Melalui pembenahan organisasi, peningkatan fasilitas sekretariat, dan penyiapan Training Center, Pemkot Samarinda berharap proses pembinaan berlangsung lebih terarah.
Upaya tersebut diharapkan mampu melahirkan kafilah yang berprestasi dan membawa nama baik Kota Samarinda pada MTQ Tingkat Provinsi Kalimantan Timur 2026. (*)