PUBLIKKALTIM.COM – Berita Nasional yang dikutip PUBLIKKALTIM.COM tentang Laura Navika Yamani meminta pelaksanaan Pilkada serentak 2020 untuk dilakukan dengan protokol kesehatan.
Lembaga pemantau pemilu mendorong untuk segera dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan penyelenggaraan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2020.
“Jika pelaksanaan protokol kesehatan sulit dilakukan, tahapan pilkada harus ditunda” kata Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi.
Ahli Epidemiologi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga, Laura Navika Yamani, meminta pelaksanaan Pilkada serentak 2020 untuk dilakukan dengan protokol kesehatan secara ketat guna mencehah penyebaran corona.
“Setiap tahapan Pikada harus memperhatikan aspek protokol kesehatan dan diberikan pengawasan serta evaluasi terhadap kegiatan tersebut berlangsung.
Pilihannya memang dua pilkada dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat atau dibatalkan,” ucap Laura kepada Okezone, Senin (21/9/2020).
Ia mengingatkan, bahwa benda apa pun dengan beraktivitas di luar akan timbul risiko kontaminasi dengan virus sars-cov-2 penyebab Covid-19.
“Bagaimana kemudian individu tersebut bisa menjaga agar setiap aktivitas tetap mengedepankan kebersihan,” terangnya.
Laura meminta masyarakat untuk selalu berusaha menjaga jarak aman dalam kegiatan di luar rumah dan menghindari kerumunan.
“Jika mengkombinasikan seluruh protokol kesehatan maka antisipasi penyebaran jauh lebih bermakna dan memberikan dampak yang signifikan,” tandasnya. (*)
Artikel ini telah tayang di okezone.com dengan judul “Pilkada 2020, Epidemiolog: Ada 2 Pilihan, Lakukan dengan Protokol Ketat Atau Batalkan!” https://nasional.okezone.com/read/2020/09/21/337/2280969/pilkada-2020-epidemiolog-ada-2-pilihan-lakukan-dengan-protokol-ketat-atau-batalkan