PUBLIKKALTIM.COM – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyoroti soal penggunaan anggaran penurunan angka stunting.
Pasalnya total anggaran yang dikeluarkan untuk penanganan stunting tidak digunakan secara kongkret.
Bahkan sebagian besar anggaran hanya habis di perjalanan dinas dan rapat.
“Anggaran stunting 10 miliar setelah dicek, perjalanan dinas 3 milyar, rapat-rapat 3 milyar. Yang benar-benar beli telur hanya 2 milyar, kapan stunting akan selesai kalau begitu,” ungkap Jokowi belum lama ini.
Terkait hal itu, Kepala Dinas Pengendalian Kependudukan dan Keluarga Berencana (DPPKB) Samarinda, I Gusti Ayu Sulistiani buka suara.
Menurutnya, hal demikian tidak terjadi di Samarinda.
“Kalau di Pemkot Samarinda tidak kali yah, mungkin itu di daerah lain,” tegas Gusti Ayu saat ditemui usai Rapat Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Samarinda yang digelar di Ruang Rapat Sembuyutan Lt.III Balai Kota Samarinda, Kamis (15/6/2323).
Ia menegaskan rapat yang baru saja digelar itu tidak memakan anggaran yang besar.
“Untuk anggaran rapat hari ini, kecil sekali komposisinya, selebihnya memang untuk aksi di lapangan,” jelasnya.
Ia kembali menegaskan bahwa anggaran untuk stunting telah didistribusikan dipakai untuk kader-kader di lapangan.
“Dipakai untuk kader-kader di lapangan (anggaran) untuk menurunkan angka stunting” terangnya.
Lebih lanjut ia mengungkapkan wilayah di Samarinda yang saat ini mendominasi stunting
“Kalau yang sudah di SK kan itu ada 26 kelurahan yang menjadi lokus” pungkasnya. (Advertorial)