Menanggapi Kritik PDIP, PSI: Pemilihan Raya dan Kongres Buktikan Keterbukaan Kami

oleh -
oleh
Ketua DPP PSI Cheryl Tanzil/Foto: IG @cheryltanzil

PUBLIKKALTIM.COM – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menanggapi komentar politisi PDIP, Aria Bima, yang mengkritik terkait kemungkinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina dan putranya, Kaesang Pangarep, sebagai Ketua Umum PSI.

Cheryl Tanzil, Ketua DPP PSI, menyampaikan ucapan terima kasih atas kritik yang disampaikan Aria Bima.

“Terima kasih, Mas Aria Bima. Kami sangat menghargai masukan ini, dan sebagai partai yang masih muda, kami akan mendengarkan dengan serius,” ujarnya saat diwawancarai, Selasa (22/7).

Meskipun menerima kritik, Cheryl menegaskan bahwa PSI telah menerapkan prinsip keterbukaan sejak lama.

“Kami sudah menjadi partai terbuka dengan mengadakan Pemilihan Raya menggunakan e-vote dan Kongres,” tambahnya.

Sebelumnya, Aria Bima dari PDIP memberikan tanggapan terkait struktur kepemimpinan PSI yang melibatkan Jokowi dan Kaesang.

Menurut Aria, langkah tersebut dapat menimbulkan kesan bahwa PSI tidak terbuka.

“Kalau partainya super terbuka, lalu Pak Jokowi jadi Ketua Dewan Pembina dan Mas Kaesang jadi Ketum, itu nanti kesannya jadi lebih tertutup,” ujar Aria, Senin (21/7).

BERITA LAINNYA :  Tim Pemenangan Isran-Hadi Buka Suara Soal Deklarasi Kemenangan Rudy-Seno

Namun, meski ada kritik tersebut, Aria juga memberi apresiasi terhadap Kongres PSI yang dianggap progresif dan lebih terbuka dalam menjalankan demokrasi.

Cheryl Tanzil menegaskan, PSI tetap berkomitmen untuk menjadi partai yang terbuka, dengan memastikan seluruh proses pemilihan ketua umum dilakukan dengan mekanisme yang transparan melalui e-vote dan kongres yang diikuti oleh seluruh pengurus dan kader partai.

“Kami tidak hanya berjanji, tapi kami sudah menunjukkan itu. Pemilihan Raya, kongres, dan partisipasi anggota partai adalah bentuk keterbukaan kami,” tegas Cheryl.

Pernyataan ini datang setelah PDIP memberikan kritik mengenai potensi keluarga Jokowi yang terlibat dalam struktur kepemimpinan PSI.

Meski begitu, baik PDIP maupun PSI sepakat bahwa demokrasi melalui partai politik adalah proses yang harus terus dijaga kualitasnya. (*)