Anies Baswedan Kritik Peran Global RI, Projo Klaim Jokowi Aktif Diplomasi Internasional

oleh -
oleh
Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan/ist

PUBLIKKALTIM.COM – Anies Baswedan mengkritik ketidakhadiran Presiden Republik Indonesia dalam Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) selama beberapa tahun terakhir.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) I Gerakan Rakyat di Jakarta Pusat, Sabtu (12/7).

Menurut Anies, Indonesia sebagai negara besar seharusnya hadir dalam forum-forum global, termasuk PBB, demi menjaga posisi strategis di dunia internasional.

“Bapak Ibu sekalian, bertahun-tahun Indonesia absen di pertemuan PBB. Kepala negara tidak muncul, selalu Menteri Luar Negeri. Kita harus selalu hadir dalam pertemuan global,” kata Anies dalam pidatonya.

Ia pun membuat analogi bahwa ketidakhadiran tersebut ibarat warga kampung yang memiliki rumah terbesar, tetapi tak pernah datang rapat RT.

“Kalau kita tidak aktif, kita seperti warga kampung yang rumahnya paling besar, tapi rapat RT tidak pernah datang. Cuma bayar iuran terus,” lanjutnya.

Pernyataan Anies langsung direspons Wakil Ketua Umum Pro Jokowi (Projo), Freddy Damanik.

Ia menilai kritik tersebut tidak berdasar jika diarahkan pada Presiden Joko Widodo (Jokowi), karena menurutnya Jokowi aktif dalam berbagai forum internasional.

“Kalau maksudnya Pak Jokowi, itu tidak benar. Pak Jokowi sangat aktif di forum-forum internasional seperti KTT ASEAN, G20, G7, APEC, OKI. Bahkan pernah jadi co-host di COVAX AMC,” ujar Damanik, Minggu (13/7) dikutip dari detikJakarta.

BERITA LAINNYA :  Ribuan Lebah Bersarang di Pagar Pembatas Jembatan Mahakam IV

Meski Damanik tidak memastikan kehadiran Jokowi di Sidang Umum PBB secara spesifik, ia menegaskan Presiden Jokowi aktif di berbagai inisiatif global seperti perubahan iklim, krisis Ukraina-Rusia, hingga diplomasi vaksin selama pandemi.

“Kalau PBB saya lupa persisnya ya, tapi kalau forum-forum internasional lainnya, aktif sekali. Bahkan hampir semua pemimpin dunia pernah ditemui langsung oleh Pak Jokowi,” tambahnya.

Damanik pun meminta Anies untuk tidak melontarkan pernyataan tanpa basis data.

“Sebelum pidato, cek dulu datanya. Banyak kok di Google, atau di situs Kementerian Luar Negeri. Jangan asal bicara,” pungkasnya. (*)