Ribuan Lebah Bersarang di Pagar Pembatas Jembatan Mahakam IV

oleh -
oleh
Petugas Balakarcana dan sejumlah relawan sesaat setelah melakukan pembubaran pada ribuan lebah di Jembatan Mahakam IV

PUBLIKKALTIM.COM, SAMARINDA – Terlihat asap hitam membumbung ke langit dari atas Jembatan Mahakam IV yang menghubungkan segmen Samarinda Kota dengan Samarinda Seberang, Minggu (8/3/2020) sekira pukul 15.00 Wita,

Informasi dihimpun, bumbungan asap hitam tersebut bukan dikarenakan terjadinya musibah kebakaran, melainkan adanya sejumlah petugas Balakarcana bersama relawan Samarinda yang tengah membakar dalaman ban bekas, guna mengusir ribuan lebah yang hendak bersarang pada pagar pembatas sisi kanan Jembatan Mahakam IV.

Meski belum sampai pada tahap berbahaya, namun ribuan lebah ini sudah cukup mengkhawatirkan. Lantaran, beberapa pengemudi motor yang melintas sore tadi menjadi korban serangan lebah tersebut.

Tidak ingin sampai adanya korban. Petugas balakarcana dan relawan ini langsung berinisiatif untuk melakukan penanganan, agar ribuan lebah itu tak sampai membuat sarang permanen di tubuh Jembatan Mahakam IV.

Dijelaskan Tri Cahyo (23) seorang petugas Balakarcana yang dijumpai awak media, pada malam tadi ia memang telah melihat adanya sekumpulan lebah, namun jumlahnya belum sebanyak sore tadi.

“Jam 12 tadi saya lewat sini lagi (Jembatan Mahakam IV) tambah banyak,” jelas Cahyo saat dijumpai usai proses pembersihan.

Cahyo sendiri diketahui memang bermukim di Jalan Bung Tomo, Kelurahan Sungai Keledang, Kecamatan Samarinda Seberang yang membuatnya tiap hari harus melintas Jembatan Mahakam IV.

“Jam 3 tadi saya lewat lagi dan saat itu ada beberapa pengendara yang kena sengat,” imbuhnya.

Melihat pengendara menjadi korban sengatan, Cahyo pun langsung berinisiatif meminta agar pengendara tersebut tetap melanjutkan perjalanannya dan jangan sampai setop di pertengahan jalan.

BERITA LAINNYA :  DPR RI Bentuk Pansus Soal Pengawasan Ibadah Haji 2024, Ini Respon Menteri Agama

Setelah melihat kondisi ribuan lebah yang semakin mengkhawatirkan tersebut, Cahyo segera bergegas melaporkan hal itu kepada rekan Balakarcana dan relawan lainnya. Tak berselang lama, belasan petugas tiba di lokasi. Jalur menuju segmen Samarinda Seberang ditutup selama proses pembersihan.

“Pertama kami bakar piring telor untuk mengusir, tapi tidak mempan,” timpal Iwan seorang petugas Balakarcana lainnya.

Lebih jauh dijelaskan Iwan, saat itu tumpukan lebah yang berkerumun diperkirakan mencapai panjang satu meter dan membentang ke bawah, sekira 30 sentimeter. Karena upaya pertama tidak mempan, Iwan bersama rekannya yang lain akhirnya membakar dalaman ban bekas sebanyak empat buat di empat titik berbeda.

“Setelah itu baru mereka (kerumunan lebah) mulai bubar,” imbuhnya.

Namun ribuan lebah itu tak serta-merta langsung bubar begitu saja, dan sebagian besar di antaranya masih terbang mengitari lokasi kejadian.

“Kami sambil semprot pakai baygon, baru mereka betul-betul bubar,” tambahnya.

Sampai berita ini diturunkan, terpantau kalau ribuan lebah tersebut sudah tidak lagi berkerumun di badan jembatan. Dan perlahan arus lalu lintas kembali normal di kawasan tersebut. (*)