PUBLIKKALTIM.COM, SAMARINDA – Pasca dilantiknya Menteri Pertahanan Republik Indonesia Prabowo Subianto, Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Subiyanto akan meminta tambahan pasukan untuk pengamanan Ibukota Negara di Kalimantan Timur.
Terlebih, lokasi IKN berdekatan dengan perbatasan negara, Malaysia.
Hal tersebut disampaikan Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Subiyanto saat menghadiri syukuran kebangsaan di Hotel Senyiur Kota Samarinda.
“Untuk pengawalan dan pengamanan Ibukota Negara di Kalimantan Timur kami akan meminta penambahan dan merekrut pasukan untuk pengamanan ibukota negara,” ucapnya.
Lanjut Pangdam menjelaskan, pengawalan pengamanan Ibukota negara di Kalimantan Timur dibutuhkan sekitar 2 sampai 3 ribu pasukan baru. Terlebih Ibukota negara kali ini berdekatan dengan perbatasan negara Malaysia dan butuh pengamanan lebih untuk menjaga kedaulatan negara.
“Kami akan meminta sekitar 2 sampai 3 ribu pasukan baru dan juga Alutsista yang memadai untuk pengamanan ibukota negara termasuk istana negara dan kementerian yang berada di sekitar lokasi IKN,” katanya.
Kendati demikian lokasi Markas Komando TNI belum bisa ditentukan secara pasti di mana lokasinya, namun dipastikan markas TNI yang berada di dekat Istana Negara.
Pangdam TNI Mayor Jenderal Sugianto menegaskan, lahan yang digunakan untuk pembangunan markas Komando TNI kemungkinan hanya 10 hektar namun untuk latihan pasukan khusus akan ditempatkan di beberapa titik di Kalimantan Timur.
” Untuk markas Komando TNI kami belum tahu, namun yang pasti berdekatan dengan pusat pemerintahan. Nantinya diperkirakan bangunan markas TNI hanya gunakan sekitar 10 hektar paling tidak sesuai dengan markas TNI yang ada di Jakarta dan untuk pelatihan khusus ditempatkan di lokasi-lokasi strategis yang berada di Kalimantan Timur termasuk di sekitaran bandara Balikpapan dan Samarinda” tutupnya. (*)