Kapolda Komitmen dalam Memberantas Peredaran Narkoba di Kaltim

oleh -
oleh
Kapolda Kaltim, Irjen Pol Muktiono

PUBLIKKALTIM.COM, BONTANG – Terkait peredaran narkoba yang sedang marak terjadi di masyarakat, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kalimantan Timur, Irjen Pol Muktiono berkomitmen untuk memberantas segala bentuk peredaran narkoba di Kaltim.

Menurutnya, obat terlarang itu diibaratkan seperti gurita, semakin lama semakin jadi, dari sedikit menjadi banyak, bermacam-macam dan aneh-aneh.

“Narkoba hajar habis. Inilah yang menjadi musuh kita bersama, saya punya komitmen untuk memberantas ini dengan sebesarnya, oleh karena itu sangat butuh bantuan seluruh komponen masyarakat,” katanya.

Tidak tanggung-tanggung, peluru pistol pun bisa saja ditembakkan. Sesuai dengan peraturan undang-undang, jika memang membahayakan petugas atau orang lain, ia sebut aparat hukum punya kewenangan bertindak tegas di lapangan untuk melumpuhkan pelaku kejahatan narkoba.

Bukan hanya kepada masyarakat sipil saja, tindakan tegas juga ia terapkan kepada oknum di jajaran Polda Kaltim.

“Saya juga membuktikan tidak hanya keluar tapi juga ke dalam internal polri, siapapun yang berani main, dia adalah musuh dalam selimut, kalau ada oknum ya sikat,” tegasnya.

Beberapa contoh yang ia ungkapkan, seperti oknum kepala bagian operasi di jajaran Polda Kaltim di Balikpapan, dicopot jabatannya beberapa waktu lalu.

BERITA LAINNYA :  Pemilik 5 Kursi di DPRD, Partai Golkar Belum Ada Nama yang Diusung di Pilwali Samarinda

Hal itu setelah terbukti saat dilakukan tes urine, oknum tersebut positif memakai narkoba. Ada pula oknum polri lainnya di Kabupaten Penajam Paser Utara yang terlibat pengedar, juga di proses hukum, bahkan masih ada yang menjadi daftar pencarian orang (DPO).

Di sela itu, Muktiono juga memberikan mengapresiasi kepada petugas lembaga pemasyarakatan (Lapas) yang telah bertugas dengan baik. Karena tak bisa dipungkiri, oknum pengedar narkoba pada jaringan warga binaan juga bisa berkembang jika petugas lapas lengah. Bila pengawasan sudah dilakukan maksimal, maka sudah tentu hal tersebut bisa menekan peredaran gelap narkoba di Kaltim.

“Kita turut empati dan simpati kepada petugas lapas, karena membantu melaksanakan tugas dengan baik, pasti narkoba dan jaringannya akan bisa diberantas habis. Penjara saat ini hampir rata-rata isinya para napi narkoba, sangat disayangkan anggaran negara ini dikeluarkan untuk mengurus mereka,” sebutnya. (*)