Kasus Pembunuhan di Subang, Danu Akhirnya Mengaku Usai Dua Kali Diperiksa Polisi 

oleh -
Ilustrasi Pembunuhan/Liputan6.com

PUBLIKKALTIM.COM – Penyidik polres subang kembali meminta keterangan kepada Danu sebagai saksi kasus pembunuhan ibu dan anak pada Jumat (29/10) siang.

Danu yang merupakan keponakan sekaligus sepupu korban tuti dan amel ini diperiksa dalam dua hari beruntun.

Diketahui Danu merupakan saksi kunci kasus Subang yang menewaskan ibu dan anak tersebut.

Melalui kuasa hukum Danu, Achmad Taufan Soedirjo menjelaskan, bahwa kliennya akhirnya mengaku beberapa saat setelah pembunuhan, dia masuk ke TKP kasus Subang tersebut dan membersihkan sejumlah benda yang terkena tetesan darah.

“(Danu) masuk ke TKP, betul. Danu masuk ke dalam rumah, masuk ke TKP dan membersihkan bak. Namun, kita ikut bersyukur, karena ini case yang harus kita bongkar,” ujar Achmad Taufan, Senin (1/11/2021).

Achmad mengatakan, pengakuan Danu tersebut bisa dijadikan petunjuk baru bagi polisi untuk menemukan siapa pembunuh sebenarnya ibu dan anak yang menjadi korban kasus itu.

“Sehingga menurut kami, kejadian Danu membersihkan bak, harus diusut tuntas. Makanya, saya bersyukur, hari ini lebih berfokus di situ,” tuturnya.

Achmad Taufan pun mengungkapkan kembali pengakuan Danu. Menurut sepupu Amel itu, dia masuk ke TKP bukan atas kemauannya sendiri melainkan ada orang lain yang memerintahnya.

Ketika itu, kata Achmad, Danu mengira sosok tersebut merupakan polisi yang ingin mengusut kasus Subang tersebut.

BERITA LAINNYA :  Pasca Penangkapan Pria Inisial RA, Kasus Pembunuhan Perempuan Muda di Berau Mulai Terungkap

“Tadi, dalam pemeriksaan, Danu menyampaikan kronologisnya secara tegas. Mengapa Danu masuk ke TKP, karena Danu melihat ada seseorang masuk ke TKP, lalu difoto juga,” ungkap Achmad.

Sebelumnya, Danu menyampaikan kesaksian bahwa sesaat setelah pembunuhan ada sosok terduga polisi yang menyuruhnya masuk ke TKP kasus Subang itu. Namun, kesaksiannya itu dibantah oleh pihak kepolisian.

Terkait hal itu, Achmad Taufan pun beralasan bahwa Danu merupakan sosok muda dengan pendidikan kurang tinggi.

Sehingga, menurut Achmad, kemampuan berpikir Danu tak sama dengan orang-orang berpendidikan.

Itulah mengapa, saksi kunci kasus Subang itu mengira orang lain tersebut adalah polisi padahal sebenarnya bukan.

“Danu melihat dan meyakini itu polisi. Orang itu kan kemampuan berpikirnya beda-beda,” ujarnya. (*)

Artikel ini telah tayang di suara.com dengan judul ‘Update Kasus Subang, Danu Akhirnya Mengaku Usai Diperiksa Polisi dua Kali’ https://bogor.suara.com/read/2021/11/01/070836/update-kasus-subang-danu-akhirnya-mengaku-usai-diperiksa-polisi-dua-kali?page=all