Latar Belakang Keluarga dan Pendidikan Thomas Djiwandono, Calon Deputi Gubernur BI

oleh -
oleh
Thomas Djiwandono/ist

PUBLIKKALTIM.COM – Presiden Prabowo Subianto resmi mengusulkan Thomas Djiwandono sebagai salah satu calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) melalui Surat Presiden (Surpres) ke DPR RI.

Thomas akan menjalani proses fit and proper test bersama dua calon lainnya yang jadwalnya akan ditentukan kemudian oleh Komisi XI DPR RI.

Dalam beberapa bulan terakhir, Thomas telah aktif mengikuti Rapat Dewan Gubernur BI, sehingga sudah cukup akrab dengan mekanisme kerja serta kebijakan bank sentral.

Kehadiran Thomas di rapat-rapat BI juga dianggap menjadi modal penting untuk menempati posisi strategis ini.

Thomas sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan, posisi yang kini kabarnya akan digantikan oleh Juda Agung, mantan Deputi Gubernur BI yang baru saja mengundurkan diri.

Latar Belakang Keluarga dan Pendidikan

Thomas, yang akrab disapa Tommy, lahir pada 7 Mei 1972 di Jakarta.

Ia berasal dari keluarga dengan tradisi moneter yang kuat.

Ayahnya, Soedradjad Djiwandono, adalah mantan Gubernur BI.

Selain itu, Soedradjad adalah suami dari Biantiningsih Miderawati, kakak kandung Presiden Prabowo Subianto, sehingga Thomas juga merupakan cicit R.M. Margono Djojohadikusumo, pendiri Bank BNI 46.

Pendidikan Thomas mencakup gelar sarjana bidang sejarah dari Haverford College, Pennsylvania, serta studi master di bidang hubungan internasional dan ekonomi internasional di Johns Hopkins University, Washington DC, di School of Advanced International Studies.

BERITA LAINNYA :  Gelar Event Bersih Indonesia 2019, GenBi Kaltim Buat Lomba Bersihkan SKM

Karier Profesional dan Politik

Karier Thomas dimulai sebagai wartawan pada 1993.

Ia kemudian menjadi analis keuangan di Whettlock NatWest Securities, Hong Kong.

Pada 2006, ia pindah ke Arsari Group, perusahaan agribisnis milik pamannya, Hashim Djojohadikusumo, dan menjabat sebagai Deputy CEO.

Di ranah politik, Thomas aktif di Partai Gerindra, pernah menjadi Caleg di Kalimantan Barat, serta menjabat sebagai Bendahara Umum Partai Gerindra.

Pada 18 Juli 2024, ia dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan di era Presiden Joko Widodo dan melanjutkan tugasnya di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Menuju Fit and Proper Test

Dengan rekam jejak yang luas di bidang moneter dan keuangan, Thomas dianggap memiliki modal kuat untuk menempati posisi Deputi Gubernur BI.

Proses fit and proper test yang akan dilakukan DPR diharapkan memberikan penilaian mendalam terhadap kompetensi dan kapabilitasnya sebelum resmi mengemban jabatan strategis ini. (*)