PUBLIKKALTIM.COM, SAMARINDA– Mengacu pada peraturan yang dikeluarkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terkait pencegahan wabah Covid-19 atau virus corona. Rektor Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) mengeluarkan imbauan agar mengambil langkah preventif (pencegahan).
Hal ini disampaikan staf Humas UMKT Ade Ismail Rahman. Keputusan itu sejalan dengan dikeluarkannya surat oleh pimpinan pusat Muhammadiyah.
“Kebetulan dari pimpinan pusat Muhammadiyah sedang mengeluarkan surat yang tujuannya sama. Dari situlah akhirnya kami, dari Pak Rektor UMKT memutuskan untuk memberikan imbauan agar seluruh kegiatan di UMKT ada langkah preventifnya,” ujar Ade saat ditemui di Kampus UMKT, Minggu (15/3/2020).
Salah satu alasan diambilnya langkah preventif oleh pihak kampus, karena tingginya mobilitas UMKT baik keluar daerah maupun di dalam daerah.
“Mobilitas UMKT tinggi, ke luar daerah dan ke dalam daerah, seminar-seminar nasional, dan kegiatan kemahasiswaan. Jadi akhirnya diputuskan oleh Pak Rektor untuk mengurangi tensi itu. Termasuk misalnya beribadah di musala, Pak Rektor minta untuk membawa sajadah masing-masing,” urainya.
Tak hanya itu, kata Ade, melalui Wakil Rektor (WR) 1 Bidang Akademik UMKT, pihak kampus mengambil keputusan konkret dengan cara mengganti seluruh kegiatan perkuliahan tatap muka ditunda dan diganti dengan perkuliahan online selama 2 minggu ke depan.
Kegiatan perkuliahan akan ditunjang dengan aplikasi belajar-mengajar yang digunakan Kampus UMKT.
“Misalnya, Schoology dan Openlearning. Jadi selama 2 Minggu ke depan ini, mulai tanggal 16-28 Maret mahasiswa akan kuliah secara online,” terangnya.
“Sampai nanti kondisi terakhir tanggal 28 kita akan liat perkembangannya. Semua langkah yang kita pakai sebagai bentuk langkah preventif untuk mencegah itu. Karena dilihat dari mobilitas kampus ternyata tinggi. Kita beberapa kali ada seminar dan beberapa dosen harus pulang pergi Jawa-Kalimantan,” sambungnya.
Selain itu, kampus yang berdiri sejak tahun 2017 hingga saat ini memiliki lebih kurang 4.000 mahasiswa aktif dengan 4 Fakultas dan 15 program studi ini harus menunda segala bentuk kegiatan yang bersifat massal.
“Termasuk juga kegiatan kemahasiswaan, arahan Pak Rektor dan WR 1 itu sebisa mungkin ditunda kegiatan yang mengumpulkan khalayak ramai. Jadi memang kita kurangi dan tunda kurang lebih selama 2 minggu ke depan. Jadi beberapa kegiatan ini kita pending, supaya tidak terjadi perkumpulan masa,” ujarnya.
Lanjutnya, imbauan ini sudah disosialisasikan dengan seluruh mahasiswa. Terhitung mulai Senin (26/3/2020) besok semua kegiatan yang bersifat massal akan di-pending.
“Tidak membatalkan hanya di-pending sampai menunggu arahan lebih lanjut dari rektor,” pungkasnya.
Khususnya di beberapa program studi seperti Kesehatan Masyarakat (Kesmas) dan Sikologi.
“Biasanya mereka melakukan kegiatan-kegiatan yang memberikan pendidikan kepada masyarakat. Nah, itu yang kita coba minta kurangi supaya tidak terlalu banyak interaksi dengan khalayak ramai,” katanya.
Termasuk sebanyak 120 mahasiwa yang rencananya akan disebar untuk kegiatan magang di beberapa puskesmas akan di-pending untuk sementara waktu.
“Rencanannya ada 120 mahasiswa yang akan magang di beberapa puskesmas. Dalam 2 minggu ke depan sepertinya akan kita pending. Jadi kita tahan dulu sampai ada keputusan terakhir terkait kondisivitas Kota Samarinda,” bebernya.
Untuk diketahui, surat imbauan yang dikeluarkan oleh pimpinan pusat Muhammadiyah berlaku untuk seluruh Lembaga Pendidikan Muhammadiyah.
“Surat dari pimpinan Muhammadiyah serentak masuk ke semua lembaga pendidikan Muhammadiyah. Tidak cuman kampus, TK, SD, SMP, dan SMA. Yang berbau lembaga kesehatan diminta mengikuti prosedur tetap (protab) di daerah masing-masing, untuk bisa membantu kegiatan preventif itu,” tutupnya. (*)