,

Mengeluh Bantun Sosial Minim Tersalurkan, Jokowi Minta 3 Menteri Percepat Proses Distribusi

oleh -
oleh

PUBLIKKALTIN.COM, Virus corona alias Covid-19 berdampak buruk bagi perekonomian. Banyak masyarakat yang tak punya pemasukan lagi dan kehilangan pekerjaan.

Namun terkait hal ini, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mengeluhkan proses distribusi bantuan sosial untuk masyarakat terdampak covid-19 yang masih minim tersalurkan kepada rakyat.

Oleh karena itu, pria yang akrab disapa Jokowi ini meminta tiga menteri di kabinetnya untuk mempercepat proses distribusi bantuan sosial di tengah pandemi virus corona.

Jokowi menyatakan bahwa pemerintah memberikan sejumlah bantuan sosial kepada masyarakat.

Bantuan tersebut terdiri atas penggratisan listrik untuk pelanggan 450VA dan juga diskon 50 persen untuk pelanggan 900VA bersubsidi, bantuan Kartu Sembako untuk 20 juta penerima, Program Keluarga Harapan yang diberikan kepada 10 juta keluarga, Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa, dan Bantuan Sosial Tunai (BST).

Saat menyampaikan pernyataannya dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Sabtu (16/5), Jokowi secara khusus menyoroti dua jenis bantuan, yaitu BST dan BLT Desa.

BERITA LAINNYA :  Dinkes Samarinda Beri Tanggapan Soal Pemalsuan Hasil Rapid Test 4 Penumpang Bandara APT Pranoto

Kedua bantuan tersebut bernilai Rp 600 ribu per bulan yang akan diberikan selama tiga bulan berturut-turut.

“Sampai saat ini saya melihat di masyarakat masih terjadi riuh rendah karena tidak mendapatkan BLT Desa dan Bansos Tunai. Perlu saya sampaikan bahwa sampai hari ini BLT Desa yang tersalurkan ke masyarakat baru 15 persen, artinya masih ada 85 persen yang belum diterima oleh masyarakat,” kata Jokowi.

“Kemudian juga untuk Bansos Tunai ini juga baru kurang lebih 25 persen yang diterima oleh masyarakat, sehingga masih ada 75 persen yang belum diterima,” imbuhnya. (*)

Artikel ini telah tayang di JPNN.COM dengan judul “Jokowi Mengeluh, Lalu Sentil 3 Menteri” https://m.jpnn.com/news/jokowi-mengeluh-lalu-sentil-3-menteri