Pelatihan Kepeloporan dan Kepemimpinan Pemuda, Wali Kota Andi Harun Hadir Sebagai Pembicara

oleh -
Andi Harun saat menjadi pembicara di Pelatihan kepeloporan dan kepemimpinan pemuda kota samarinda/IST

PUBLIKKALTIM.COM, SAMARINDA – Senin (5/6/2023), Wali Kota Samarinda Andi Harun hadir sebagai Keynote Speaker dalam kegiatan pelatihan kepeloporan dan kepemimpinan pemuda Samarinda.

Kegiatan itu berlangsung di Hotel Grand Sawit Jalan KH Abdurrasyid Samarinda.

Kegiatan pelatihan ini diikuti kurang lebih 101 peserta dari berbagai organisasi Kepemudaan dari beberapa macam kampus yang ada di Samarinda.

Dalam sambutannya, Andi Harun mengatakan bahwa seorang pemuda adalah pelopor calon masa depan yang akan mengisi jabatan-jabatan pemimpin negara yang akan datang.

“Hampir 40 persen sektor pemuda, dan Selter perempuan di kaum muda. Luar biasa potensi pemuda Sejak periode kemerdekaan kaum muda kita lah akan yang mengisi jabatan-jabatan pemimpin negara,” ujar Andi Harun.

Ia mengungkapkan bahwa pergerakan pemuda adalah simbolnya perjuangan bung tomo saat pidatonya yang menunjukkan semangat persatuan.

“Apakah kita semangat hari ini itu sama, pasti ada pergeseran, jangan antar suku di kalangan organisasi masyarakat juga ada lomba dan kompetisi eksistensial meskipun ada berhimpun seperti komite nasional pemuda dan Cipayung tapi di dalam dia memperjuangkan masing-masing eksistensi asal organisasinya,” ucapnya.

BERITA LAINNYA :  Sebagai Gambaran Kesatuan, Wali Kota Andi Harun Dapat Hadiah Baju Motif Khas Suku Dayak

Jadi persatuan organisasi idealisme itu harus di rancang ulang dan dibuat untuk realisasi baru sekarang.

Negara dulu kerajaan dari federasi menjadi NKRI Itu adalah ancaman yang besar dengan kemajemukan apabila tidak terawat.

“Negeri itu tidak berafirmasi terhadap perubahan iklim dan alam Keseimbangan alam jadi perhatian dalam pembangunan setiap negara perlu kaidah-kaidah keberlangsungan lingkungan tidak boleh dikesampingkan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat,” jelasnya.

“Tidak akan menjadi negara yang makmur jika tidak afirmasi lingkungan,” lanjutnya.

Orang nomor satu dikota tepian tersebut mengatakan harus ada pembagian tugas dan kekuasaan, sebagi kepala dan berkuasa mengatur orang dibawahnya. Tetapi jika dia bukan sebagai pemimpin maka dia dapat menjadi individual kontributor.

“Dalam anggota dan bagian dari sebuah kelompok, bukan hanya individual tapi kita punya kontribusi” pungkasnya. (*)