Pemkot Samarinda Salurkan Bantuan 100 Ton Beras untuk Warga Terdampak Covid-19 di Samarinda

oleh -
Wali Kota Samarinda Andi Harun saat menyerahkan bantuan paket sembako beras secara simbolis, Jumat (20/8/2021).

PUBLIKKALTIM.COM, SAMARINDA – Pemerintah Kota Samarinda memberi bantuan sembako beras untuk 20 ribu Kepala Keluarga yang terkena dampak virus Corona atau Covid-19.

Bantuan ini diserah langsung oleh Wali Kota Samarinda Andi Harun secara simbolis di Aula Pertemuan Kecamatan Samarinda Kota, Jum’at ( 20/8/2021) pagi.

Paket beras yang akan di bagikan bersumber dari beras cadangan pemerintah Kota Samarinda yang ada di Bulog. Jumlah paket beras berjumlah 100 Ton yang di kemas per 5 Kg.

Bantuan beras tersebar di 59 Kelurahan Se- Kota Samarinda. dengan perincian perkelurahan 338 paket beras, kecuali Kelurahan Sungai Pinang Dalam.

“Karena kelurahan tersebut memiliki jumlah RT di atas 100, jadi kita akan carikan tambahan untuk paket beras yang akan dibagikan di kelurahan tersebut,” kata Andi Harun.

Mekanisme pembagian paket beras ini akan dilaksanakan dengan sistem pintu ke pintu agar tidak terjadi kerumunan dalam pelaksanaan pembagiannya.

“Petugas pembagian akan diserahkan ke kelurahan masing- masing,” imbuhnya.

Ditemui secara terpisah setelah kegiatan pembagian paket beras, Riduan Tassa Kepala Dinas Sosial Kota Samarinda membenarkan, paket beras yang dibagikan adalah bersumber dari cadangan beras pemerintah Kota Samarinda yang berada di Bulog.

BERITA LAINNYA :  Seorang Wanita Usia 20 Tahun Penyedia PSK Dibawah Umur Berhasil Diringkus Polda Metro Jaya

Peruntukkan paket beras ini bukan dikhususkan untuk isoman melainkan untuk warga Samarinda yang belum pernah sama sekali mendapatkan bantuan dari pemerintah Kota Samarinda.

” Saya perlu luruskan, mengenai peruntukan paket beras dari Bulog yang 100 ton ini bukan dikhususkan untuk para isoman melainkan dibagikan umum untuk yang belum mendapatkan bantuan dari pemerintah,” jelasnya.

Terkati data penerima, Riduan Tassa menyampaikan bahwa seluruh data penerima bantuan dihimpun dari data warga terdampak Covid-19 di tingkat RT.

“Data para penerima di dapat dari para RT yang mendata warganya yang layak mendapatkan bantuan beras tersebut,” pungkasnya. (Advertorial)