Perluas Program Pembinaan Kepemudaan, Dispora Kaltim Edukasi Pemuda Manfaatkan Teknologi Secara Bijak

oleh -
oleh
Analis Kebijakan Ahli Muda Bidang Pemberdayaan Pemuda Dispora Kaltim, Hasbar/HO

PUBLIKKALTIM.COM – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur (Kaltim) terus melakukan upaya untuk memperluas program pembinaan kepemudaan.

Diketahui, pada 2023 lalu, Dispora Kaltim telah sukses menggelar sosialisasi kepemudaan di sejumlah kabupaten/kota.

Program tersebut akan semakin diperluas pada 2025 mendatang.

Hal itu disampaikan analis Kebijakan Ahli Muda Pemberdayaan Pemuda Dispora Kaltim, Hasbar.

Ia mengungkapkan akan terus berkomitmen dalam membina generasi muda.

Disampaikannya, Dispora Kaltim telah mengalokasikan anggaran  agar menjangkau lebih banyak daerah yang belum mendapatkan kesempatan mengikuti sosialisasi.

“Kami ingin memastikan bahwa seluruh pemuda Kaltim memiliki akses yang sama terhadap program pembinaan ini,” tegas Hasbar, Sabtu (26/10/2024).

Lebih lanjut, Hasbar menyoroti maraknya penyalahgunaan media sosial dan aplikasi digital di kalangan pemuda.

Terkait hal itu, disebutkan bahwa salah satu isu penting yang akan diangkat dalam sosialisasi tahun depan adalah pemanfaatan teknologi digital.

Ia mendorong pemuda untuk memanfaatkan teknologi secara bijak.

BERITA LAINNYA :  Tempelkan Stiker Ganjar ke Rumah Warga Solo, Gibran: Semua Kota, Bukan Cuma Saya

Apalagi, Kaltim kini menjadi pusat perhatian dunia dengan adanya Ibu Kota Negara (IKN).

“Pemuda Kaltim harus siap menjadi generasi yang unggul dan mampu memanfaatkan teknologi untuk mendukung pembangunan daerah,” ungkapnya.

Ia mengatakan, generasi muda saat ini sangat akrab dengan teknologi digital.

Namun tidak sedikit yang menyalahgunakannya untuk hal-hal yang tidak produktif.

Oleh karena itu, sosialisasi akan mengedukasi pemuda tentang pentingnya menggunakan teknologi secara bijak sangat penting untuk dilakukan.

“Generasi muda saat ini sangat akrab dengan teknologi digital. Namun, tidak sedikit yang menyalahgunakannya untuk hal-hal yang tidak produktif,” pungkasnya. (Adv)