Polisi Ungkap Hasil Autopsi Terkait Penemuan Mayat Seorang Pria yang Sudah Membusuk di Kelurahan Loa Bakung

oleh -
oleh
Suasana lokasi kediaman Daruji saat pertama kali ditemukan tewas tergantung dengan keadaan membusuk pada Selasa (5/1/2021) malam lalu

PUBLIKKALTIM.COM, SAMARINDA – Hingga saat ini tim gabungan Unit Reskrim Polsek Sungai Kunjang bersama Unit Inafis Satreskrim Polresta Samarinda masih bekerja keras mengungkap kematian Daruji (20) yang ditemukan membusuk di seutas tali pada Selasa (5/1/2021) malam lalu.

Kematian Daruji tersebut jelas membuat warga disekitar kediamannya Jalan Manunggal, RT 77, Kelurahan Loa Bakung, Kecamatan Sungai Kunjang geger.

Oleh karena itu, maka Korps Bhayangkara meningkatkan proses penyelidikan hingga menggelar rangkaian autopsi pada Kamis (7/1/2021) siang tadi di RSUD AW Sjahranie, tepatnya sekira pukul 13.30 Wita.

Tiga jam lamanya, pihak kepolisian yang dibantu oleh dokter forensik rumah sakit berplat merah memulai seluruh rangkaian hingga mendapat kesimpulan sementara.

Dijelaskan seorang personel Unit Inafis Satreskrim Polresta Samarinda, Aipda Harry Cahyadi, kalau Daruji diduga kuat meregang nyawa di ujung simpulan tali yang menjerat lehernya.

“Jadi kesimpulan sementara korban ini hidup terlebih dulu, baru mati (di jeratan tali).

Bukan mati terlebih dulu, baru terjerat ikatan talinya,” tutur Harry, sore tadi usai melakukan rangkaian autopsi.

Dugaan yang diungkap Harry ini juga disertai fakta temuan selama rangkain autopsi dilakukan. Yakni dengan ditemukannya tulang pangkal lidah sebelah kiri milik Daruji yang mengalami patah.

“Tulang lidahnya patah. Dan umumnya kasus bunuh diri, patahan tulang lidah selalu ditemukan.

Selain itu tadi juga ditemukan adanya rembesan darah pada dilingkar lehernya,” imbuhnya.

Rembesan darah yang ditemukan tim gabungan pada leher Daruji ini tak dijumpai pada bagian tubuhnya yang lain. Dengan artian kata, kalau seluruh bagian tubuh luar Daruji bersih tanpa ada bercak darah maupun luka lebam dan yang menjurus ke arah tindak kriminalitas.

BERITA LAINNYA :  Akibat Begal Payudara, Seorang Driver Ojek Online di Padang Jadi Buronan Polisi

Selain point-point tersebut, Harry juga menyampaikan kalau kondisi pembusukan yang terjadi pada tubuh Daruji sejak tiga hari silam.

“Hal ini diketahui dari belatung yang ada di tubuh jenazah. Dari situ kami bisa memprediksi berapa hari pembusukan mayat telah terjadi,” bebernya.

Meski demikian, namun semua hal tersebut masih sebatas dugaan.

Sebab saat ini tim dokter forensik masih melakukan kajian lebih lanjut dengan meneliti beberapa sampel yang diambil dari organ dalam tubuh Daruji.

Seperti potongan jantung, hati, ginjal dan kulit.

Hal ini perlu dilakukan untuk menguak fakta yang mampu dipertanggungjawabkan di mata hukum sesuai prosedur yang berlaku.

“Cuman simpul tali pada kaki, tangan dan leher korban itu masih belum bisa kami duga-duga.

Apakah diikat sendiri atau ada orang yang sengaja mengikatnya,” kata Harry.

“Besok (Jumat 8 Januari) kami akan kembali dan menggelar langkah lanjutan, untuk memastikan ikatan tali pada jenazah apakah mungkin dilakukan sendiri atau tidak,” kata Harry lagi.

Turut menambahkan, Kapolsek Sungai Kunjang Kompol Bambang Budianto melalui Kanit Reskrim Iptu Purwanto menuturkan kalau apapun nanti hasil dari pemeriksaan forensik, barulah ia bisa menentukan langkah hukum selanjutnya.

“Setelah ada hasil autopsi baru kami tentukan. Kalau ada indikasi (kriminal) kami akan lanjutkan.

Tapi kalau tidak ada, kami akan keluarkan SP3 (surat penetapan penghentian penyidikan),” pungkasnya. (*)

1.189 Tayangan