PUBLIKKALTIM.COM – Pembebasan lahan pembangunan Terowongan Gunung Manggah, Kota Samarinda ditargetkan selesai pada bulan April 2023 mendatang.
Hal itu diungkap oleh Kepala Bidang (Kabid) Pertanahan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda, Ananta Diro Nurba.
Ananta, sapaan akrabnya menjelaskan, proses ganti untung sisi Jalan Sultan Alimuddin saat ini tengah berproses dan ditargetkan rampung pada akhir Februari ini.
“Untuk saat ini kita dahulukan sisi Sultan Alimuddin. Karena berdasarkan DPPT (Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah) sisi jalan tersebut sudah siap dan yang terdampak hanya sekitar 7 bidang lahan dan bangunan. Jadi kami targetkan selesai akhir Februari,” ujar Ananta.
Saat ini tim appraisal dari Kantor Jasa Penilaian Publik (KJPP) telah melakukan perhitungan dan pengukuran nilai tanah bagi warga yang terdampak.
“Lagi perhitungan tapi angkanya kita belum bisa publish dulu, karena masih menunggu dari KJPP,” ungkapnya
Untuk di sisi Jalan Kakap, Ananta menuturkan bahwa pihaknya telah menerjunkan tim untuk melakukan sosialisasi bagi warga yang lahannya terdampak proyek tersebut.
Namun prosesnya bakal dilakukan setelah pembebasan lahan di Sultan Alimuddin selesai.
“Dari hasil DPPT yang diberikan oleh pihak konsultan kurang lebih sekitar 40 bangunan dan lahan. Tapi kami masih akan diverifikasi ulang lagi,” tuturnya.
“Setelah mendapatkan hasil verifikasi, kami akan kembali melakukan sosialisasi kepada masyarakat yang terdaftar. Setelah itu baru melakukan penetapan lokasi (Penlok),” sambungnya.
Menurutnya Penlok sangat dibutuhkan demi menghindari proses jual beli perpindahan lahan dan bangunan yang kemungkinan besar akan dilakukan oleh oknum warga setempat.
Untuk itu, Ananta pun memprediksi jika seluruh proses pembebasan lahan yang ada pada sisi Jalan Sultan Sulaiman maupun sisi Jalan Kakap bakal rampung pada April mendatang.
“Target April sudah clear. Karena merujuk pada jadwalnya, April itu sudah mulai pengerjaan fisik terowongan,” pungkasnya. (advertorial)