RSGM Unmul Bidik Akreditasi 2026, Andi Harun Tekankan Skala Prioritas Pembangunan Kesehatan

oleh -
oleh
Wali Kota Samarinda Andi Harun/ist

PUBLIKKALTIM.COM – Komitmen meningkatkan kualitas layanan kesehatan kembali ditegaskan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda.

Wali Kota Samarinda Andi Harun menyatakan pemerintah siap mendukung pengembangan Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Universitas Mulawarman (Unmul), dengan catatan setiap dukungan pembangunan harus melalui kajian matang agar tepat sasaran dan memberikan dampak optimal bagi pelayanan masyarakat.

Andi Harun menyampaikan hal tersebut saat menerima audiensi jajaran manajemen RSGM Unmul di Ruang Rapat Wali Kota, Lantai 2 Balaikota Samarinda, Rabu (5/8/2026).

Dalam pertemuan itu, Andi Harun didampingi Kepala Dinas Kesehatan Samarinda, Ismid Kusasih, Kepala Bagian Kerja Sama Setda Samarinda Idfi Septiani, serta Ketua Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP) Syaparuddin.

Sementara dari pihak RSGM Unmul hadir Direktur RSGM drg. Imran Irsal bersama jajaran manajemen.

Audiensi tersebut membahas perkembangan pelayanan RSGM Unmul sekaligus rencana pengembangan fasilitas kesehatan gigi dan mulut di Samarinda.

Imran Irsal menjelaskan bahwa RSGM Unmul terus berkembang sejak memperoleh izin operasional pada Juli 2024, diresmikan oleh Rektor Universitas Mulawarman pada Oktober 2024, dan mulai beroperasi penuh pada Januari 2025.

Imran menyebut kehadiran RSGM Unmul menjadi langkah penting dalam meningkatkan pelayanan kesehatan gigi dan mulut di Kalimantan.

Saat ini, RSGM Unmul menjadi satu-satunya rumah sakit gigi dan mulut milik perguruan tinggi di Pulau Kalimantan.

“Dengan dukungan teknologi dan alat kesehatan unggulan, kami berkomitmen memberikan pelayanan yang optimal dan berkualitas bagi masyarakat,” ujar Imran.

Ia menjelaskan, RSGM Unmul telah menyediakan berbagai layanan, mulai dari Instalasi Gawat Darurat (IGD), Instalasi Farmasi, Radiologi, Bedah, Rawat Inap, Poli Keperawatan Holistik, hingga layanan rawat jalan dan spesialis.

Menurut Imran, pihaknya menargetkan pelaksanaan akreditasi pada September 2026 sebagai bagian dari upaya meningkatkan standar mutu pelayanan.

Setelah mendapatkan akreditasi dan status sebagai RSGM Pendidikan dari Kementerian Kesehatan, RSGM Unmul akan melanjutkan proses kredensial dengan BPJS Kesehatan agar masyarakat dapat mengakses layanan secara lebih luas.

Selain penguatan internal, RSGM Unmul juga menyiapkan kolaborasi melalui jejaring Academic Health System bersama Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Hasanuddin (Unhas).

BERITA LAINNYA :  Tak Punya Izin Lengkap, Andi Harun Tegur Aktivitas Pembangunan di Lapangan Voorvo

Kerja sama tersebut bertujuan menghadirkan dokter gigi residen atau spesialis untuk menjawab keterbatasan tenaga medis spesialis di daerah.

Kolaborasi itu juga diharapkan mampu mempercepat pelayanan pasien, mengurangi waktu tunggu, serta meningkatkan penanganan kasus penyakit gigi yang banyak ditemukan di Samarinda, seperti pulpitis dan nekrosis pulpa.

Menanggapi pemaparan tersebut, Andi Harun mengapresiasi perkembangan RSGM Unmul yang dinilai memiliki peran strategis dalam memperkuat pelayanan kesehatan gigi dan mulut di Kalimantan Timur.

Namun, ia mengingatkan agar setiap rencana pengembangan mempertimbangkan aspek keberlanjutan, baik dari sisi pembiayaan maupun operasional rumah sakit.

“Program penjangkauan (outreach) dan promosi yang luas harus senantiasa dibarengi dengan kepastian anggaran serta ketersediaan biaya operasional agar dapat berjalan secara konsisten dan berkelanjutan,” tegas Andi Harun.

Ia mengatakan Pemkot Samarinda pada prinsipnya siap memberikan dukungan terhadap pengadaan fasilitas medis pendukung.

Meski demikian, pemerintah harus memastikan setiap penggunaan anggaran memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

Menurutnya, pengadaan fasilitas kesehatan perlu melalui kajian yang matang agar sesuai kebutuhan prioritas.

Ia mencontohkan, pemerintah perlu menilai kembali urgensi pengadaan mobil ambulans dibandingkan kebutuhan alat medis utama yang memiliki dampak langsung terhadap kualitas pelayanan.

“Perlu ada kajian ulang yang matang, apakah pengadaan mobil ambulans benar-benar mendesak dan efisien secara operasional saat ini, atau justru alokasi anggaran tersebut akan lebih efektif apabila diarahkan untuk pengadaan peralatan medis utama, seperti ventilator, alat EKG, dan instrumen medis vital lainnya,” pungkasnya.

Andi Harun menegaskan Pemkot Samarinda akan terus mendukung peningkatan layanan kesehatan, namun setiap kebijakan harus berjalan secara efektif, tepat sasaran, dan mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. (*)

1.007 Tayangan