Samarinda Bakal Gelar Festival Mahakam 2022, Akan Dibuka dengan Tarian Kolosal

oleh -
Kepala Disporapar Samarinda, Muslimin/HO

PUBLIKKALTIM.COM  – Pemerintah Kota Samarinda melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Samarinda akan kembali menggelar Festival Mahakam 2022.

Kegiatan ini rencananya akan diselenggarakan pada tanggal 1-6 November mendatang.

Adapun tema yang diusung dalam Festival Mahakam kali ini adalah Samarinda International Art Music And Share Culture.

Kepala Disporapar Samarinda, Muslimin mengatakan kegiatan tersebut akan dibuka dengan Tarian Kolosal dengan pakaian adat dari seluruh kesukuan di nusantara yang akan dimainkan oleh 150 penari.

“Nanti ada yang pakai baju Kutai, Dayak, Papua dan sebagainya, akan tetapi dalam satu konsep tarian yang sama,” ucapnya, Rabu (19/10/2022).

Lebih lanjut dijelaskanya, para penari tersebut akan tampil pada acara pembukaan di panggung yang telah disediakan di kawasan Taman Olah Bebaya.

“Nantinya panggungnya agak panjang nantinya kita buat. Itu untuk di pembukaan kalo penutup nanti berbeda lagi. Penutupan nanti lebih kepada hiburan,” ujarnya.

Lebih jauh kata Muslimin, saat ini pihak panitia pelaksanaan Festival Mahakam 2022 telah mencapai 80 persen lebih.

BERITA LAINNYA :  Pembelajaran Tatap Muka Tahun Depan, Ini Tanggapan Dinkes Samarinda

“Iya sudah lebih 80 persen persiapannya, sekarang tinggal persiapan akhirnya saja sebelum dilaksanakan pada awal November mendatang,” pungkasnya.

Dirinya kembali mengingatkan bahwa pada kegiatan Festival Mahakam tersebut, dalam rangka mempromosikan Kota Tepian julukan Samarinda di tingkat nasional.

Selain menampilkan kekayaan nusantara dari tari kolosal, pelaksanaan Festival Mahakam juga akan lomba kesenian tradisonal dan pameran UMKM dan Ekraf di Gor Segiri, termsuk lomba tarian dan musik.

Kegitan tersebut juga digelar  untuk kembali menumbuhkan ekonomi kerakyatan.

“Jadi memang kota samarinda ini tidak lepas dari Ekonomi Kreatif, jadi ada beberapa puluh binaan Disporapar akan kita tampilkan berdasarkan kreasi mereka,” pungkasnya.

(*)