Samarinda Siap Dukung Perayaan Natal Nasional, Andi Harun: Ruang Memperkokoh Keberagaman dan Persatuan Nasional

oleh -
oleh
Wali Kota Samarinda, Andi Harun/ist

PUBLIKKALTIM.COM – Kementerian Agama (Kemenag) RI mengumumkan agar perayaan Natal 2025 digelar bersama secara nasional.

Kota Samarinda, Andi Harun menyambut baik rencana besar tersebut.

Andi Harun menilai inisiatif tersebut sebagai langkah monumental dalam memperkokoh kerukunan antarumat beragama.

Rencana ini disampaikan langsung oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam perayaan Natal Gereja Tiberias Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Sabtu (6/12/2025).

Di hadapan ribuan jemaat, Menag menyebut inisiatif Natal nasional sebagai “sejarah baru” bagi kementerian yang menaungi seluruh kehidupan beragama di Indonesia.

Samarinda Siap Berkolaborasi

Menurut Andi Harun, gema rencana tersebut juga terasa hingga ke daerah.

Pemkot Samarinda, kata dia, menyambut hangat inisiatif itu dan siap mendukung apabila umat Kristiani di Samarinda turut menggelar perayaan serupa.

“Untuk di Samarinda sebagai ibu kota Kaltim, tentu kami menyambut baik. Ada beberapa inisiatif dari sinode-sinode gereja untuk menggelar perayaan Natal bersama. Saya kira itu ide yang bagus,” ujar Andi Harun.

Ia menegaskan bahwa setiap kegiatan keagamaan harus berorientasi pada penguatan persatuan.

Menurutnya, perayaan Natal bersama bukan hanya perayaan tahunan, melainkan ruang perjumpaan yang memperdalam toleransi lintas keyakinan.

“Tentu saya terus berpesan, semua aktivitas keagamaan termasuk Natal bersama itu diarahkan untuk memperkokoh keberagaman dan persatuan nasional. Dan saya percaya tokoh-tokoh Kristiani akan mengkhidmatkan acara itu dengan tujuan tersebut,” jelasnya.

Momentum Merawat Harmoni Kota

Andi Harun memandang perayaan Natal sebagai kesempatan untuk meningkatkan kolaborasi antara pemerintah daerah, tokoh agama, dan masyarakat.

Ia menekankan bahwa Kota Samarinda selama ini tumbuh sebagai wilayah yang plural dan heterogen, sehingga harmoni yang terjaga merupakan hasil kerja bersama berbagai lapisan masyarakat.

“Di situlah letaknya pemerintah bersama-sama dengan tokoh dan penganut agama untuk bahu-membahu menciptakan situasi kota yang kondusif, kota yang toleran, dan saling menghargai satu dengan lainnya,” katanya.

Ia memastikan pemerintah daerah memiliki komitmen kuat untuk menjaga keamanan dan kenyamanan umat Kristiani selama rangkaian ibadah Natal.

BERITA LAINNYA :  Lagi! Curi Motor, 2 Residivis Ini Berhasil Diringkus Polsek Samarinda 

Hal itu, tegasnya, sejalan dengan konsep kota rukun yang menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan sosial, ekonomi, dan budaya di Samarinda.

Simbol Kekompakan Umat Kristiani

Rencana perayaan Natal bersama tidak hanya berdampak di tingkat nasional, tetapi juga berpotensi mempererat hubungan antarorganisasi gereja di daerah.

Menurut Andi Harun, penyatuan berbagai kegiatan gereja dalam satu momentum besar dapat menjadi simbol kekompakan umat Kristiani.

Dengan berkumpul dalam satu rangkaian acara, umat Kristiani dinilai dapat menunjukkan kebersamaan yang damai serta memperkuat relasi antarjemaat yang selama ini memiliki agenda masing-masing.

Di sisi lain, menjelang pergantian tahun aktivitas keagamaan di Samarinda biasanya meningkat signifikan.

Pemerintah kota pun mulai menyiapkan langkah pengamanan, mulai dari fasilitas kota hingga dukungan teknis lintas instansi.

“Pemerintah hadir, tokoh agama hadir, aparat hadir. Semua bekerja bersama-sama untuk memastikan bahwa warga yang merayakan dapat menjalankan ibadah dengan tenang,” tegasnya.

Mengokohkan Semangat Kebangsaan

Bagi Andi Harun, pesan universal Natal: damai, kasih, dan pengharapan sangat relevan bagi bangsa Indonesia yang majemuk.

Ia menilai rencana Natal nasional yang digagas Kemenag dapat menjadi ruang refleksi bersama untuk menguatkan kebhinekaan.

“Keberagaman adalah anugerah. Perayaan yang mengokohkan itu patut kita dukung,”  pungkasnya.

Ia berharap momentum ini tidak hanya dirasakan oleh umat Kristiani, tetapi juga menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat Indonesia bahwa keberagaman adalah kekuatan.

Dengan dukungan pemerintah daerah dan peran aktif tokoh agama, Andi Harun optimistis Samarinda dapat terus menjadi contoh kota yang merawat toleransi tanpa kehilangan identitas lokalnya. (redaksi)