Semoga Berhasil, Indonesia Lakukan Uji Klinis Vaksin Corona Selama 6 Bulan

oleh -
oleh
Ilustrasi Kandidat Vaksin Covid-19 (AP/Sakchai Lalit)/cnbcindonesia.com

PUBLIKKALTIM.COM – Berita Nasional yang dikutip PUBLIKKALTIM.COM tentang Perkembangan vaksin virus Covid-19

Pengembangan vaksin Covid ini ditunggu oleh setiap negara karena hanya vaksin yang bisa kembalikan kehidupan normal.

Pandemi Covid-19 yang melanda dunia membuat aktifitas masyarakat terganggu dan berakibat pada resesi ekonomi jika tidak segera diatasi.

Namun alhamdulilah, perkembangan vaksin virus Covid-19 terus menunjukkan perkembangan berarti. Pada Kamis kemarin (8/7/2020), Holding BUMN Farmasi, yang bekerja sama dengan perusahaan bioteknologi asal China, Sinovac.

Uji klinis ini dijadwalkan berlangsung selama 6 bulan.

Uji coba akan mengambil sampel sebanyak 1.620 orang dengan rentan usia 18-59 orang.

Kerja sama uji klinis ini dilakukan bersama di Pusat Uji Klinis yaitu Fakultas Kedokteran UNPAD (Universitas Padjdjaran).
“Kami mohon doa, tepat di usia 130 tahun ini kita akan mulai uji klinis.
Dalam kesempatan terpisah, Menteri BUMN sekaligus Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional cnbcindonesia.com menargetkan, tahun depan pemerintah dapat memvaksinasi 160 juta-190 juta penduduk Indonesia dengan vaksin Covid-19, baik vaksin dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun vaksin swasta. Kendati, kebutuhan pendanaan untuk vaksinasi cukup besar.

Menurut Erick, jika diasumsikan harga vaksin US$ 15/dosis dan tiap orang membutuhkan dua dosis, kebutuhan dananya akan mencapai US$ 4,5 miliar atau setara Rp 65,70 triliun, asumsi kurs Rp 14.600/US$) untuk vaksinasi seluruh penduduk Indonesia.

“Kalau harganya US$ 15 dolar per vaksin jadi berapa, anggap 300 juta kali US$ 15 udah US$ 4,5 miliar kebutuhan dananya,” kata Erick, Jumat (7/8/2020).

BERITA LAINNYA :  Hutan Lindung di Kutim Terancam Akibat Tambang Ilegal, DPRD Kaltim Minta Dishut Lakukan Pengawasan

Jumlah tersebut, katanya belum termasuk kebutuhan alat suntik dengan jumlah yang sama dan biaya tenaga medis yang akan melakukan vaksinasinya nanti.

Belum lagi untuk pembayaran vaksin kepada pemilik hak paten, yakni Sinovac.

Kendati demikian, BUMN memastikan pemerintah sudah melakukan pembahasan anggaran untuk vaksinasi ini. Ketersediaan dana yang saat ini masih ada yakni di Kementerian Kesehatan yang masih ada sehingga separuhnya akan dianggarkan untuk biaya pembayaran down payment vaksin kepada pemilik paten.

Pemerintah menargetkan vaksinasi ini akan dimulai pada Januari-Februari 2020 dengan target sebanyak 30 juta-40 juta vaksin kepada penduduk Indonesia.

Pertimbangan ini mengingat kemampuan imunisasi dalam negeri hanya bisa mencapai 40 juta per tahun.

Nantinya, vaksin beredar juga tak hanya akan mengandalkan vaksin dari Bio Farma (Persero) saja, namun pemerintah juga memperhitungkan vaksin swasta, seperti yang akan diproduksi PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) (*)

Artikel ini telah di cnbcindonesia.com dengan judul “Tahun Depan Vaksinasi Massal, Ini Update Vaksin Corona RI” https://news.google.com/topics/CAAqIQgKIhtDQkFTRGdvSUwyMHZNRE55ZVc0U0FtbGtLQUFQAQ?hl=id&gl=ID&ceid=ID%3Aid

1.093 Tayangan