PUBLIKKALTIM.COM – Warga Perumahan Apel Biru Hill, Kelurahan Loa Bakung, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda, akhirnya bisa menikmati air bersih PDAM setelah 12 tahun hidup kesulitan.
Peresmian akses air bersih ini disertai syukuran sederhana yang digelar warga pada Jumat (7/11/2025).
Acara dihadiri Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, yang disambut hangat oleh masyarakat setempat.
Selain reservoir baru PDAM, Pemkot Samarinda juga membangun semenisasi jalan lingkungan dan drainase, fasilitas penting yang telah lama dinantikan warga.
Ismed, salah satu warga, mengatakan mereka sebelumnya harus menadah air hujan untuk kebutuhan sehari-hari.
Namun sekarang air sudah mengalir ke setiap rumah.
Ia pun tak kuasa menahan rasa syukurnya.
Ia bercerita bahwa selama 12 tahun, warga Apel Biru Hill hidup dengan kesulitan air bersih.
“Bahkan kami harus menunggu hujan untuk menampung air, kami benar-benar kesulitan,” ujarnya.
Namun sejak Pemkot Samarinda melalui Wakil Wali Kota Saefuddin Zuhri membangun reservoir baru dan menghubungkannya dengan jaringan PDAM, kehidupan warga berubah.
“Sekarang air sudah mengalir ke setiap rumah. Kami sangat bersyukur, akhirnya doa kami terjawab,” tambah Ismed.
Dalam acara syukuran yang dihadiri puluhan warga itu, Ketua Paguyuban Perumahan Apel Biru Hill, Anjas, turut menyampaikan apresiasinya.
Ia mengatakan bahwa kegiatan tersebut sengaja diberi tema “100 Persen Terima Kasih untuk Orang Baik dan Pemimpin Baik”, sebagai bentuk penghormatan bagi semua pihak yang telah membantu mewujudkan mimpi warga.
“Kami ingin mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya, terutama kepada Pak Wakil Wali Kota Saefuddin Zuhri yang telah mendengar aspirasi kami,” kata Anjas.
Menurutnya, warga tak hanya menerima hasil pembangunan, tetapi juga turut berpartisipasi secara aktif dalam proses pengerjaan lingkungan perumahan.
Semangat gotong royong, kata Anjas, menjadi kunci dari keberhasilan perumahan tersebut membenahi lingkungannya.
Sementara itu, Saefuddin Zuhri dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kekompakan dan semangat warga Apel Biru Hill.
Ia menegaskan, keberhasilan pembangunan bukan hanya hasil kerja pemerintah, melainkan juga berkat dukungan masyarakat.
“Yang kami bangun ini adalah milik kita bersama. Pemerintah hadir untuk memfasilitasi, tetapi keberlanjutan dan perawatannya ada di tangan warga,” ujar Saefuddin.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga semangat gotong royong dan rasa syukur yang telah menjadi ciri khas masyarakat Samarinda.
“Saya bahagia melihat warga di sini kompak. Semoga fasilitas yang sudah dibangun bisa dijaga dan dimanfaatkan sebaik-baiknya. Ini bukan akhir, tapi awal dari perubahan yang lebih baik,” ucapnya.
Pemkot Samarinda, lanjut Saefuddin, akan terus meninjau kawasan perumahan-perumahan lain yang masih mengalami kesulitan serupa, terutama terkait akses air bersih dan infrastruktur dasar.
Ia memastikan, pemerataan pembangunan menjadi prioritas dalam program kerja pemerintah daerah.
“Masih ada beberapa titik di Samarinda yang perlu perhatian lebih, dan kami akan berupaya menyelesaikannya secara bertahap,” katanya.
Warga Apel Biru Hill pun menutup acara dengan doa bersama, potong tumpeng, dan menyanyikan lagu-lagu kebersamaan.
Senyum dan tawa mengiringi malam itu, simbol kebahagiaan setelah lebih dari satu dekade menunggu air mengalir ke rumah mereka.
“Sekarang kami tidak perlu lagi menadah air hujan,” pungkas Ismed sambil tersenyum. (*)