PUBLIKKALTIM.COM – Pemkot Samarinda terus melakukan berbagai upaya guna menekan kasus stunting di Samarinda.
Dalam menangani masalah stunting tersebut, sesuai arahan Wali Kota Samarinda Andi Harun, dibutuhkan kerja sama semua pihak.
Hal itu kembali disampaikan Lurah Sungai Dama Samarinda, La Miru.
“Jadi karena ada arahan Wali Kota ini, jadi tetap bergerak secara kolaborasi kerja kita dari bawah sampai tingkat atas, sama-sama untuk menuntaskan stunting,” ujar La Miru.
Lebih lanjut, La Miru mengatakan bahwa untuk mengetahui dan mendeteksi anak beresiko stunting adalah unit posyandu.
Karena menurutnya, posyandu merupakan unit terdekat bagi masyarakat.
“Saat ini yang menjadi permasalahan stunting sebelumnya sempat ada pertentangan, untuk mendeteksi permasalahan stunting apa aja sih ciri-cirinya, bahwa bisa dikategorikan sebagai stunting. Ternyata letaknya itu data dari Posyandu,” jelasnya.
Ia berharap, nantinya petugas posyandu mendapatkan pelatihan khusus agar bisa mendapatkan keilmuan yang berkaitan dengan masalah stunting agar dapat benar-benar bisa mendeteksi stunting.
“Yang bisa memberi tau stunting dan tidak stunting tergantung dari Posyandu, salah satunya itu adalah terkait masalah pengukuran berat badan, kalau sekali saja data salah sedikit bisa terlewat,” terangnya.
Ia mengatakan bahwa kader-kader Posyandu harus paham benar tentang stunting.
“Para kader posyandu akan dapat pelatihan dari puskesmas untuk melakukan pelatihan-pelatihan pengukuran, timbang badan, dan sebagainya itu, dan itu sudah dilaksanakan, kader Posyandu diharapkan selalu mengikuti pelatihan,” tutupnya. (advertorial)