Tanggapi Ceramah Yusuf Mansur, Buya Yahya: Bukan Cara Sedekah yang Diajarkan Rasulullah SAW

oleh -
oleh
Buya Yahya/pikiran-rakyat.com

PUBLIKKALTIM.COM – Belakangan ini, Ustaz Yusuf Mansur masih menjadi perbincangan publik

Ceramah Yusuf Mansur yang berisikan sedekah menuai kontroversi.

Cara Ustaz Yusuf Mansur mengajak para jamaahnya untuk bersedekah dinilai kurang tepat.

Menurut Buya Yahya, apa yang disampaikan oleh Yusuf Mansur bukan cara sedekah yang diajarkan oleh Rasulullah SAW.

“Kemudian ‘jika kau pria siapa yang begini kemudian berinfaq pahalanya begini, bersedekahlah begini’ itulah cara nabi. Bukan menunjuk ‘ente, kasih sedekah ya. Cincinmu bagus jual ya’ nggak ada begitu. Nabi tidak mengajarkan begitu,” kata Buya Yahya dalam video ceramahnya yang dibagikan di media sosial.

Lebih lanjut, Buya Yahya mengatakan ajakan Yusuf Mansur untuk bersedekah bisa membuat para jamaah kabur.

Mereka bisa saja jadi malas untuk berbagi kepada sesama karena di hatinya ada rasa tidak ikhlas.

“Itu bikin orang lari dari kebaikan jika dengan cara menunjuk, meminta. Itu seperti merampok, rampok pakai malu itu. Rampok kan pakai pedang dengan rasa malu, kalau nggak ngasih kan malu,” jelas Buya Yahya.

BERITA LAINNYA :  Jika Diminta Jadi Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Sahroni Bakal Tolak Perintah NasDem 

Selama ini Yusuf Mansur dinilai mengajak jamaah bersedekah seperti orang menodong.

Apalagi hal itu dilakukannya di depan orang banyak.

Mau tak mau, orang yang dipaksa untuk bersedekah menyerahkan hartanya. Jika tidak, ia bisa malu di depan orang banyak.

“Kalau memberikan imbauan sedekah (nggak apa-apa). Tetap nggak boleh kalau kita bikin malu. Bikin malu nggak diajarkan oleh nabi SAW. Atau bikin orang lari, ini masalah sedekah. Maka lihat, ikhlas harus kita ajarkan untuk diri kita sendiri, ikhlas kita ajarkan kepada orang lain,”terang Buya Yahya.

“Bagaimana cara mengajarkan ikhlas? Cara mengambilnya pun yang cantik dan yang manis. Maka tim-tim pengurus masjid yang cari dana tolong yang cantik mainnya,” pungkasnya.  (*)