Dihadapan Bambang Susantono, Isran Noor Berharap Pembangunan Kaltim Tak Tertinggal dari IKN Nusantara

oleh -
oleh
Gubernur Kaltim Isran Noor

PUBLIKKALTIM.COM, SAMARINDA – Jumat (15/4/2022), Gubernur Kaltim Isran Noor kedatangan tamu istimewa yakni Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Bambang Susantono dan Wakil Kepala Otorita Dhony Rahajoe.

Kedatangan dua tokoh nasional itu ke kediaman Isran Noor di Samarinda yakni untuk bersilaturahmi.

Selain bersilaturahmi, kedatangan Kepala Otorita IKN tersebut juga dalam rangka berkoordinasi perihal persiapan pembangunan Ibu Kota Nusantara di Kaltim.

Pada kesempatan itu, Bambang Susantono, menyampaikan mulai pekan depan pihaknya segera bekerja dengan tim transisi.

Otorita IKN disebut mesti melakukan proses atau tahapan mulai persiapan, pembangunan, pemindahan hingga penyelenggaraan pemerintahan.

“Setelah adanya tim transisi, maka seluruh satgas kementerian dan lembaga akan melebur di sana. Kami akan bekerja bersama-sama,” kata Bambang.

Saat ini, pihaknya masih menunggu dua rancangan peraturan pemerintah tentang kewenangan Otorita IKN, dan empat rancangan peraturan presiden (Perpres) tentang struktur organisasi IKN dan lahan IKN.

Gubernur Isran Noor menegaskan dukungan Kaltim untuk IKN.

BERITA LAINNYA :  Dorong Pj Gubernur Evaluasi Kinerja OPD, DPRD Kaltim: Kalau Tak Berbenah dari Sekarang, Bakal Ketinggalan

Dihadapan pimpinan Otorita IKN, Isran Noor berharap pembangunan di ibu kota negara nantinya tidak meninggalkan pembangunan yang ada di Kaltim.

“Jangan sampai IKN maju, di luarnya malah tertinggal,” ungkap Isran.

Isran menyebut infrastruktur di luar IKN juga harus dibangun tidak jauh berbeda dengan yang ada di dalam lingkar IKN.

“Infrastruktur yang baik akan menjadi kail bagi masyarakat untuk menggerakkan ekonomi dan kehidupan sosial mereka,” paparnya.

Sebaliknya, tanpa insfrastruktur jalan, pendidikan, kesehatan, pasar, bendungan dan lain yang memadai, maka ketimpangan justru akan terjadi tidak jauh dari IKN.

“Kuncinya bangun juga infrastruktur yang tidak jauh berbeda dari IKN,” pungkasnya. (Advertorial)