Tanggapi Fenomena Parkir Truk di SPBU, Anggota Dewan Menduga Adanya Praktik Penimbunan Solar Subsidi 

oleh -
Fuad Fakhruddin, Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda

PUBLIKKALTIM.COM, SAMARINDA – Wali Kota Samarinda, Andi Harun sempat meminta pihak Pertamina mengalihkan suplai solar subsidi ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) pinggiran kota.

Hal itu dilakukan Andi Harun merespon persoalan truk parkir yang mengantri di beberapa SPBU di Kota Samarinda.

Antrean truk di bahu jalan itu membuat resah warga Kota Tepian.

Pasalnya, akibat perilaku para sopir truk kerap menjadi penyebab kecelakaan.

Terbaru, satu orang meninggal dunia setelah menabrak belakang truk yang terparkir di Jalan Ir. Sutami beberapa minggu yang lalu.

Tak hanya Pemkot Samarinda yang memberi perhatian terhadap persoalan tersebut.

Komisi II DPRD Kota Samarinda juga turut menyoroti masalah truk parkir di bahu jalan.

Fuad Fakhruddin, Ketua Komisi II DPRD Samarinda mengatakan antrean panjang truk di SPBU juga disebabkan faktor lain.

Ia menduga terdapat pihak-pihak yang memanfaatkan kondisi saat ini.

“Tahu enggak kenapa antrean solar sekarang itu panjang? Itu karena ada pengetap yang memanfaatkan, karena kita lihat sekarang yang sedang naik-naiknya ini batu bara,” tutur Fuad saat dihubungi, Sabtu (16/10/2021).

BERITA LAINNYA :  DPRD Samarinda Soroti Dana Bertuah, Dorong agar Layanan Perizinan Dipermudah

Dugaan ini mengarah pada adanya praktik penimbunan solar subsidi yang diketahui harga jual ke masyarakat lebih murah daripada solar non subsidi.

“Otomatis konsumsi batu bara meningkat, perusahaan-perusahaan itu mereka mengambil dari mereka (SPBU) yang di bawah harga,” tegasnya.

Dirinya juga menambahkan, pihaknya meminta agar PT Pertamina bisa menindak tegas SPBU bandel yang turut bermain dengan para pengetap.

“Kalau SPBU nya bandel itu putus saja untuk suplai BBM. Utamanya solar,” pungkasnya. (Advertorial)