PUBLIKKALTIM.COM – Wali Kota Samarinda Andi Harun menanggapi maraknya unggahan dan informasi di media sosial yang menyoroti kondisi Terowongan Samarinda.
Ia menilai sebagian narasi yang beredar tidak menggambarkan kondisi sebenarnya dan berpotensi membentuk opini negatif di tengah masyarakat.
Menurut Andi Harun, penyebaran informasi yang tidak utuh tersebut bukan fenomena baru.
Ia menyebut pola serupa sudah beberapa kali terjadi dalam isu-isu pembangunan di Samarinda, sehingga masyarakat perlu lebih berhati-hati dalam menyaring informasi digital.
“Karakter media sosial itu menggiring opini negatif, menyebarkan berita bohong terhadap kondisi itu. Saya sudah mengingatkan agar masyarakat mewaspadai berita-berita tertentu yang sengaja membuat keresahan,” ujar Andi Harun.
Soroti Narasi yang Dinilai Tidak Utuh
Andi Harun menjelaskan bahwa banyak konten yang beredar mengambil potongan informasi tanpa konteks yang lengkap.
Ia menyebut sebagian unggahan menggunakan gambar lama atau kondisi di lokasi yang tidak berkaitan langsung dengan struktur utama terowongan.
Menurutnya, hal itu kemudian diperbesar di media sosial sehingga seolah-olah menggambarkan adanya masalah serius pada proyek infrastruktur tersebut.
“Ada berita-berita lama yang direproduksi, lalu ada pergerakan tanah sedikit di satu atau dua titik di sekitar terowongan yang jauh dari mulut terowongan, kemudian dikapitalisasi dan diamplifikasi seolah-olah menjadi masalah besar. Padahal tidak,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa kondisi utama Terowongan Samarinda tetap aman dan tidak mengalami kerusakan sebagaimana yang ramai diperbincangkan di media sosial.
Tegaskan Dukungan Pemerintah Pusat
Dalam keterangannya, Andi Harun juga menegaskan bahwa proyek Terowongan Samarinda mendapat perhatian positif dari pemerintah pusat.
Ia mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Samarinda telah melakukan komunikasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terkait perkembangan proyek tersebut.
Menurutnya, pemerintah pusat bahkan melihat proyek ini sebagai salah satu infrastruktur yang berpotensi menjadi contoh pembangunan perkotaan di Indonesia.
“Justru yang terjadi sebaliknya. Kita sudah melakukan pertemuan dengan Kementerian PUPR. Ada proyeksi dari pemerintah nasional untuk menjadikan terowongan kita ini sebagai role model di Indonesia,” kata Andi Harun.
Ia menilai hal tersebut menjadi bukti bahwa proyek ini berjalan sesuai perencanaan dan berada dalam pengawasan berbagai pihak terkait.
Kritik terhadap Penyebaran Informasi Tanpa Konfirmasi
Andi Harun juga melontarkan kritik terhadap pengelola akun media sosial yang dianggap terus menyebarkan informasi tanpa melakukan verifikasi kepada pihak berwenang.
Ia menilai tindakan tersebut dapat memicu keresahan publik dan mengganggu ketenangan masyarakat.
Ia menegaskan bahwa kebebasan berpendapat tetap harus disertai tanggung jawab moral dan etika dalam menyampaikan informasi kepada publik.
“Saya berharap kepada pengelola medsos itu, apakah kalian tidak capek, apakah kalian tidak merasa bersalah. Kerjanya memprovokasi, mengadu-adu situasi yang sebenarnya baik,” ujarnya.
Ia juga mempertanyakan motif di balik penyebaran informasi yang menurutnya tidak berdasar tersebut, apakah bertujuan untuk menciptakan kegaduhan atau justru menggiring opini publik ke arah tertentu.
Pemerintah Tidak Anti Kritik
Meski bersikap tegas terhadap penyebaran informasi yang dinilai tidak akurat, Andi Harun menegaskan bahwa Pemerintah Kota Samarinda tidak menutup diri terhadap kritik.
Ia menyatakan bahwa kritik tetap dibutuhkan sebagai bagian dari evaluasi pembangunan.
Namun, ia menekankan bahwa kritik harus disampaikan berdasarkan data, fakta, dan niat untuk memperbaiki keadaan, bukan sekadar membangun polemik di ruang publik.
“Kami pemerintah sekali lagi tidak pernah merasa benar terus. Kami juga banyak salah. Tetapi kita ingin mengajak, kalau tidak bisa memberi kebaikan, jangan membuat situasi menjadi runyam hanya karena berita-berita yang tidak berdasar,” katanya.
Imbauan untuk Bijak Bermedia Sosial
Di akhir pernyataannya, Andi Harun kembali mengajak masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial.
Ia meminta warga tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi, terutama yang berkaitan dengan isu pembangunan dan infrastruktur publik.
Ia menekankan pentingnya menjaga suasana kondusif di tengah masyarakat agar pembangunan di Samarinda dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi warga.
“Kepada seluruh masyarakat, waspadai medsos-medsos yang provokatif ini, yang sengaja mengkapitalisasi isu-isu yang tidak benar. Mari kita jaga agar Kota Samarinda tetap kondusif,” pungkasnya. (*)