Tersandung Kasus Penipuan Bansos, Buronan Jepang Lari ke Indonesia hingga Ditangkap di Lampung

oleh -
oleh
Ilustrasi Ditangkap/reqnews.com

PUBLIKKALTIM.COM – Petugas Imigrasi menangkap buronan Jepang Mitsuhiro Taniguchi (47) di Lampung Tengah, Lampung pada Selasa (7/6) kemarin.

Mitsuhiro tersandung kasus penipuan dana bantuan sosial (bansos) akibat Covid-19 di negaranya hingga melarikan diri ke Indonesia

“Subjek MT sudah diamankan oleh pihak Imigrasi setelah pihak Jepang mencabut paspor yang bersangkutan,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo, Selasa (8/6) dikutip dari cnnindonesia.com

Menurut Dedi, Mitsuhiro diamankan pada sekitar pukul 22.30 WIB.

Mitsuhiro  diamankan dengan bantuan personel dari Polsek Kalirejo dan Polres Lampung tengah.

Menurutnya proses hukum terhadap Mitsuhiro akan dilanjutkan oleh pihak Keimigrasian sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Selanjutnya diserahkan ke Direktorat Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian untuk ditindaklanjuti sesuai dengan UU Keimigrasian,” ungkapnya.

Sebagai informasi, Mitsuhiro diburu  polisi Jepang lantaran kelompoknya membuat ratusan proposal subsidi palsu dan menerima sekitar 960 juta yen atau Rp105,8 miliar.

Polisi percaya ini kasus terbesar yang pernah ada di Jepang terkait dengan penipuan bansos yang hanya melibatkan satu kelompok.

BERITA LAINNYA :  Tidak di Bui, Remaja yang Setubuhi Kekasih Dikenakan Wajib Lapor, Ini Alasannya

Polisi sudah menangkap mantan istri Mitsuhiro, Rie Taniguchi (45), seorang eksekutif perusahaan; putra sulungnya, Daiki, 22, yang pekerjaannya tidak diketahui; dan putra keduanya, 21, yang saat itu berusia 19 tahun.

Penyelidik mengatakan ketiganya mengajukan proposal palsu dari Juni hingga Agustus 2020, atas permintaan tiga orang lainnya yang tinggal di Tokyo dan Prefektur Hyogo, mengklaim bahwa bisnis mereka bangkrut karena pandemi.

Ketiganya diduga menipu pemerintah sebesar 3 juta yen dalam subsidi Covid-19.

Polisi Jepang kemudian menetapkan Mitsuhiro Taniguchi sebagai buronan Internasional dan diyakini telah meninggalkan Jepang untuk melarikan diri ke Indonesia sejak Oktober 2020. (*)

1.134 Tayangan