PUBLIKKALTIM.COM – Volume lalu lintas di ruas Tol Layang MBZ mengalami peningkatan signifikan pada masa arus balik Lebaran H+5 tahun ini. Ribuan kendaraan pribadi dari arah Trans Jawa mulai memadati jalur melayang tersebut untuk menuju wilayah Jakarta dan sekitarnya. PT Jasa Marga mencatat lonjakan arus kendaraan yang masuk melalui gerbang tol penghubung ini mencapai angka yang cukup tinggi dibandingkan dengan periode hari biasa.
Kepadatan ini terjadi seiring dengan berakhirnya masa libur bersama, sehingga para pemudik mulai kembali ke ibu kota secara bersamaan. Pihak pengelola jalan tol terus memantau pergerakan arus guna memastikan kelancaran lalu lintas di atas struktur layang terpanjang di Indonesia tersebut. Selain itu, petugas di lapangan juga bersiaga untuk mengantisipasi adanya kendala teknis atau kendaraan yang mengalami gangguan di sepanjang ruas Tol Layang MBZ.
Lonjakan Volume Kendaraan Menuju Jakarta
Berdasarkan data resmi dari Jasa Marga pada Jumat (27/3/2026), sebanyak 53.976 kendaraan melintasi Tol Layang MBZ untuk menuju arah Jakarta pada Kamis (26/3) atau H+5 Lebaran. Angka tersebut menunjukkan kenaikan sebesar 147,26 persen jika kita bandingkan dengan lalu lintas normal yang biasanya hanya berkisar 21.830 kendaraan. Data ini mengonfirmasi bahwa mayoritas masyarakat memilih jalur layang untuk menghindari potensi kepadatan di jalur bawah Tol Jakarta-Cikampek.
Sementara itu, arus kendaraan yang meninggalkan Jakarta melalui jalur yang sama tercatat sebanyak 28.437 kendaraan. Meskipun arah keluar Jakarta juga mengalami kenaikan sebesar 20,56 persen dari angka normal 23.588 kendaraan, fokus utama kepadatan tetap berada pada jalur menuju Jakarta. Perbandingan antara kedua arah ini menunjukkan bahwa arus balik masih mendominasi pergerakan kendaraan di penghujung pekan ini.
Jika kita membandingkan data dengan hari sebelumnya, volume kendaraan menuju Jakarta di Tol Layang MBZ tetap menunjukkan tren kenaikan tipis. Pada H+4 Lebaran, jumlah kendaraan tercatat sebanyak 53.189 unit. Angka ini kemudian naik sekitar 1,48 persen menjadi 53.976 kendaraan pada H+5. Hal ini menandakan bahwa puncak arus balik terjadi secara bertahap namun konsisten selama beberapa hari terakhir.
Evaluasi Rekayasa Lalu Lintas dan One Way
Kondisi arus balik yang tetap tinggi memaksa pihak kepolisian untuk menerapkan berbagai rekayasa lalu lintas secara dinamis. Korlantas Polri saat ini memberlakukan sistem satu arah atau one way tahap dua mulai dari Km 263 Tol Pejagan hingga Km 70 Tol Cikampek Utama. Kebijakan ini bertujuan untuk menguras kepadatan kendaraan yang datang dari arah timur menuju arah barat atau Jakarta.
Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho menjelaskan bahwa penerapan rekayasa lalu lintas ini membuahkan hasil positif pada kelancaran arus di titik-titik krusial. Ia memantau langsung kondisi di lapangan untuk memastikan setiap kebijakan berjalan sesuai dengan kebutuhan volume kendaraan yang ada.
“Berkaitan dengan kondisi lalin yang di Cipali saat ini sudah lancar sekali karena kita buka one way sepenggal presisi tahap pertama dan tahap kedua,” kata Irjen Agus usai meninjau tol fungsional Japek II Selatan, Jawa Barat, Jumat (27/3/2026).
Meskipun Tol Layang MBZ menerima beban kendaraan yang besar, pihak kepolisian menilai situasi secara umum masih berada dalam kendali petugas. Irjen Agus menambahkan bahwa pihaknya akan terus melakukan evaluasi harian terhadap efektivitas sistem one way dan rekayasa lainnya hingga masa mudik benar-benar berakhir.
Antisipasi Kepadatan dengan Contraflow
Selain sistem one way, petugas juga menyiapkan skema contraflow untuk mengurai hambatan di titik pertemuan arus. Rekayasa lalu lintas ini berlaku mulai dari Km 70 hingga Km 55 Tol Jakarta-Cikampek. Langkah antisipasi ini menjadi sangat penting mengingat adanya pertemuan arus dari jalur bawah dan jalur Tol Layang MBZ di titik-titik tertentu.
Irjen Agus menjelaskan bahwa penerapan contraflow bergantung pada dinamika jumlah kendaraan yang muncul sejak pagi hingga sore hari. Petugas akan membuka jalur tambahan jika antrean kendaraan mulai memanjang dan mengganggu waktu tempuh para pengguna jalan.
“Contraflow yang dari kilometer 70 sampai ke 55 sudah kita berlakukan karena bangkitan arus yang dari tadi pagi dengan siang ini dan antisipasi nanti sore,” tutur Irjen Agus.
Pihak berwenang juga mengimbau para pengendara yang melintasi Tol Layang MBZ agar selalu menjaga kondisi fisik dan kecukupan bahan bakar. Mengingat tidak adanya rest area di atas jalur layang, kesiapan kendaraan menjadi faktor utama untuk mencegah kemacetan akibat mobil mogok. Dengan koordinasi yang intensif antara Jasa Marga dan Polri, harapannya arus balik tahun ini tetap berjalan aman dan lancar bagi seluruh pemudik.
(Redaksi)