Tunggu Kegiatan Provinsi Rampung, Dinas PUPR Samarinda Akan Lanjutkan Penanganan Banjir di Jalan DI Panjaitan 

oleh -
oleh
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Samarinda, Desy Damayanti.

PUBLIKKALTIM.COM – Penanganan banjir di Jalan DI Panjaitan akan kembali dilanjutkan setelah Kegiatan Provinsi rampung.

Hal itu diungkap Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda, Desy Damayanti.

Untuk diketahui, persimpangan yang kerap mengalami genangan saat hujan deras itu sebelumnya telah masuk dalam program penanganan banjir Kota Samarinda sejak 2019.

Yaitu pembangunan crossing drainase atau proyek pembuatan drainase yang menyeberang dari Jalan PM Noor-DI Panjaitan, tepatnya di depan Masjid Babul Hafadzah.

Proyek itu sudah dimulai sejak 2019 lalu, senilai Rp 5,3 miliar.

Kemudian dilanjutkan pada tahun 2020 sebesar Rp 1,8 miliar. Hingga terakhir digarap pada tahun 2021 dengan anggaran sebesar Rp 2 miliar.

Salah satu persoalannya di sana adalah keberadaan anak sungai yang saat ini sudah hilang tergerus pemukiman warga, atau kerap disebut sungai mati.

Sehingga Pemkot Samarinda memiliki tanggung jawab untuk segera menyelesaikan permasalahan, di kawasan tersebut.

Desy Damayanti mengungkapkan untuk proyek pengerjaan crossing drainase sebenarnya sudah tuntas di DI Panjaitan.

“Untuk saat ini kami tinggal menunggu proyek dari provinsi tuntas dulu,” ujar Desy.

BERITA LAINNYA :  Bawa Pengelolaan Air di Samarinda ke Forum Internasional, Andi Harun: Komitmen untuk Berubah Jadi Kekuatan Tak Terbendung

Selain crossing drainase, di tahun lalu Pemkot Samarinda juga ada pengerjaan pembangunan drainase, tepatnya di sisi simpang DI Panjaitan menuju Bukit Alaya.

Diketahui anggaran yang digelontorkan senilai Rp 10,3 miliar.

Namun, saat ini dari Pemprov Kaltim, melalui Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (PUPR Pera) juga sedang mengerjakan proyek pembangunan drainase yang dimulai tahun 2020 lalu.

Lantaran tak ingin bertabrakan dengan proyek yang sedang dikerjakan Pemprov Kaltim tersebut, untuk saat ini belum ada proyek penanganan lanjutan dari genangan yang ada di simpang DI Panjaitan.

“Ini kan provinsi belum selesai, kalau mereka sudah selesai baru kami selesaikan spot-spot yang belum selesai,” pungkasnya. (Advertorial)

1.047 Tayangan