Wali Kota Cup 2025 Resmi Dibuka, Disporapar Samarinda Tekankan Pentingnya Pengembangan Pemain Muda

oleh -
oleh
Suasana pembukaan turnamen bola basket Wali Kota Cup 2025 di GOR Segiri Samarinda/HO

PUBLIKKALTIM.COM – Rabu malam (23/4/2025), Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Samarinda resmi membuka turnamen bola basket Wali Kota Cup 2025 di GOR Segiri Samarinda.

Turnamen yang akan berlangsung hingga 27 April 2025 ini diikuti oleh 14 tim, terdiri dari 10 tim putra dan 4 tim putri.

Dari tim putra, delapan berasal dari Samarinda, sementara dua lainnya dari Bontang dan Balikpapan.

Menariknya, tiap tim diwajibkan menyertakan minimal tiga pemain kelahiran tahun 2006 sebagai bagian dari strategi pembinaan usia dini.

Turnamen ini menyediakan hadiah total senilai Rp 50 juta, termasuk penghargaan untuk top scorer putra dan putri, masing-masing sebesar Rp 1,5 juta.

Untuk menyaksikan pertandingan, penonton cukup membayar tiket harian seharga Rp 20.000, yang sudah berlaku untuk seluruh pertandingan di hari tersebut.

Penonton juga akan disuguhkan berbagai produk sponsor, termasuk minuman, guna menambah kenyamanan saat menyaksikan laga-laga sengit antar klub.

Usai membuka turnamen tersebut, Kepala Disporapar Samarinda Muslimin, menyampaikan bahwa turnamen ini merupakan hasil kolaborasi antara Disporapar dan Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Samarinda sebagai bentuk komitmen pemerintah kota dalam mendukung pembinaan olahraga, khususnya bola basket.

BERITA LAINNYA :  Banyak Pekerja di PHK, KDRT di Balikpapan Tahun 2020 Turut Meningkat

“Ini bagian dari proses pembinaan yang kami lakukan untuk melihat sejauh mana kesiapan dan intensitas pengurus cabang olahraga basket dalam menyiapkan atlet-atletnya. Lewat turnamen ini, kami berharap klub-klub di Samarinda semakin aktif, anak-anak mendapatkan lebih banyak jam tanding, dan tentunya lahir bibit unggul baru,” ujar Muslimin, Rabu (23/4/2025).

Ia juga menyinggung prestasi bersejarah Samarinda sebagai juara bola basket pada PON 2008 saat menjadi tuan rumah.

Hal itu menjadi motivasi agar melalui ajang ini, muncul kembali pemain-pemain potensial yang bisa diseleksi dan dipersiapkan untuk PON 2028 di NTT dan NTB.

“Dengan postur atlet yang menjanjikan, kami yakin potensi itu ada. Tinggal bagaimana kita memaksimalkan pembinaan dan jam terbang mereka,” pungkasnya. (adv)

1.185 Tayangan