7 Bangunan Ludes di Kebakaran Sungai Pinang Samarinda, Sumiati Hanya Selamatkan Ijazah Anak

oleh -
oleh
Kebakaran yang terjadi di Sungai Pinang Samarinda, Sabtu (24/8/2019)

PUBLIKKALTIM, SAMARINDA – Kebakaran terjadi di kawasan padat penduduk, tepatnya Jalan kemakmuran Gang 1, RT 20, Kelurahan Sungai Pinang Dalam, Kecamatan Sungai Pinang Kota Samarinda.

Akibat musibah itu, 7 bangunan ludes terbakar.

Kobaran api cepat merambat ke sejumlah bangunan laninnya. Pasalnya. bangunan yang terbuat dari kayu dan angin kencang membuat warga kesulitan memadamkan api yang semakin membesar.

Warga dengan alat seadanya berusaha memadamkan api sebelum pemadam kebakaran datang.

Salah satu korban bernama Sumiati (55) menerangkan, api berasal dari dapur di salah satu rumah bangsalan yang ditinggal pergi oleh pemiliknya. Saat Sumiati pulang dari kerja dan bersantai di dalam kamar, ia sempat mencium bau asap.

“Saat saya istirahat di kamar karena baru pulang dari jualan, ada bau asap dari sebelah rumah, saya bergegas keluar ternyata api sudah membesar” ucapnya sambil menangis.

Ia melanjutkan bahwa hanya sempat menyelamatkan ijasah sang anak yang disimpan dalam lemari. Terlebih barang barang lain juga tak sempat ia selamatkan, hanya baju yang dikenakannya saja yang tersisa.

“Pemilik rumah bangsalan itu masak lontong, entah mengapa pemilik rumah tersebut meinggalkan rumahnya. Barang yang bisa saya bawa hanya ijazah anak saya aja, yang lainnya hangus terbakar” ucapnya sambil memeluk saudaranya.

BERITA LAINNYA :  Lolos dari Maut Saat Pos Koramil Kisor Diserang, Pratu Iqbal Lombat ke Sungai, Empat Prajurit TNI Lainnya Gugur

Api membakar setidaknya 6 rumah warga dan satu rumah petak dengan dua pintu yang terbakar pada pukul 17.30 WITA Sabtu Sore.

8 unit tangki Damkar dan 10 unit mesin portable dari relawan berjibaku memadamkan api yang semakin meluas. Selang 1 jam kemudian api pun berhasil di padamkan.

Lokasi kejadian yang berada di gang gang sempit membuat para pemadam kesulitan, terlebih banyaknya warga yang hanya menonton membuat lokasi padat dan menyulitkan proses pemadaman.

“Lokasi dalam gang dan banyaknya warga yang hanya melihat membuat kami sedikit kesusahan. Namun kobaran api bisa kami padamkan selatah 1 jam kemudian” ucap petugas pemadam PMK Rajawali Kamarudin yang saat itu datang pertama ke TKP.

Tak ada korban jiwa dari peristiwa ini. (*)