Aktivitas Tambang Ilegal di Muang Kembali Beroperasi, Ini Kata Kapolresta Samarinda 

oleh -
Penampakan aktivitas tambang ilegal yang berada di kawasan Desa Muang yang kembali beroperasi mengeruk emas hitam. (IST)

PUBLIKKALTIM.COM – Aktivitas pertambangan ilegal yang berada di Desa Muang, Kelurahan Lempake, Kecamatan Samarinda Utara pasalnya hanya tiarap sementara.

Sebab pasca diamankannya Jumain dan Ismail oleh Polresta Samarinda pada November 2022 kemarin, pertambangan di Muang kembali berjalan pada awal 2023 saat ini.

Kembalinya aktivitas galian emas hitam itu berdasarkan hasil penelusuran langsung media ini ke lokasi pada Minggu (22/1/2023) siang kemarin.

Aktivitas penambangan batu bara di wilayah langganan banjir itu bahkan terlihat dari pinggir jalan meski letaknya cukup jauh di kawasan perbukitan.

Lokasi penambangan ilegal yang kembali berjalan itu terletak di jalur menghubungkan Desa Budaya Pampang.

Namun lokasi tersebut masih berada di wilayah Muang Dalam.

Selain di lokasi tersebut. Kegiatan penambangan ilegal juga terlihat mulai dilakukan di Jalan Embalut, tepatnya di jalur yang tembus ke kawasan Bayur, Sempaja.

Dari lokasi yang ada di Jalan Embalut, awak media ini mendapati ekskavator yang terparkir dan doozer yang sedang mendorong tanah untuk membuat jalan keluar masuk alat berat maupun dump truk yang membawa batu bara.

Namun sayangnya dalam upaya penelusuran itu, media ini sempat mendapat halauan dari beberapa orang diduga sebagai backing atau preman tambang.

Dari penelusuran yang didapat media ini, selain temuan aktivitas pertambangan seorang warga sekitar juga menyebut kalau pengerukan emas hitam itu sudah berjalan sejak sepekan terakhir.

BERITA LAINNYA :  Tiktok Gelar Kompetisi dengan Hadiah Rp 150 Juta

“Mungkin sudah seminggu ini. Tapi kalau siang saya tidak pernah lihat (aktivitas hauling). Mungkin malam,” ucap salah satu warga yang dijumpai awak media.

Pemotor yang merupakan warga Lempake itu mengaku memang kerap melihat dump truk berseliweran naik turun dari arah Jalan Embalut ke jalan tembus menuju Desa Budaya Pampang.

Apa yang disampaikan pemotor itu memang terbukti, pasalnya ketika awak media ini hendak menyisir jalan keluar berpapasan dengan dump truk 6 roda yang hendak masuk ke lokasi tambang ilegal.

“Kalau jalannya ke mana saya kurang tahu. Karena saya cuma lewat di jalan arah ke Pampang saja, ke kebun saya,” ucapnya.

Sementara itu, Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli melalui Kasat Reskrim, Kompol Andika Dharma Sena yang turut dikonfirmasi mengaku belum mengetahui perihal kembalinya aktivitas pertambangan di Muang.
Khususunya pasca diamankan dua pelaku pada akhir 2022 kemarin.

“Saya cek dulu ke anggota saya. Saya perintahkan dulu anggota untuk mengecek,” singkatnya. (*)