Kerap Tinggalkan Lubang Bekas Tambang, DPRD Samarinda Tagih Komitmen Perusahaan Lakukan Reklamasi 

oleh -
Ilustrasi Lubang Tambang

PUBLIKKALTIM.COM – Perusahaan tambang kerap meninggalkan lubang bekas tambang dan tidak melakukan reklamasi.

Hal itu tentu sangat merugikan merugikan masyarakat sekitar.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Samarinda Samri Shaputra sangat menyayangkan hal itu.

“Saya menyayangkan sebagian besar perusahaan tambang yang beroperasi di Samarinda tidak menjalankan komitmennya untuk melakukan reklamasi di wilayahnya, sehingga dampak buruk kemudian ditinggalkan untuk masyarakat,” ujar Samri Shaputra.

Samri, sapaan akrabnya, menyampaikan, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) yang mewakili masyarakat Kelurahan Handil Bakti dan Batuas Kecamatan Palaran Kota Samarinda, mengeluhkan kondisi jalan yang berdebu akibat kendaraan perusahaan tambang yang melewati wilayah mereka.

Lanjutnya, selain dampak terhadap jalanan yang berdebu, dampak lainnya adalah dampak ekologi, yang mana ekosistem terganggu di wilayah Kelurahan Handil Bakti dan Kelurahan Batuas.

“Yang menjadi pertanyaannya, di mana tanggung jawab perusahaan terhadap lingkungan sekitar, bahkan lubang tambang yang ada pun sempat menimbulkan insiden korban tewas di kolam eks tambang tersebut,” tegas Samri.

BERITA LAINNYA :  Meski Kasus Covid-19 Menurun, Pemkot Samarinda Tambah Kapasitas Pemeriksaan Sampel Swab PCR

Dijelaskannya, lubang tambang seharusnya langsung dilakukan penutupan pasca beroperasi, sebelum menjadi kolam yang berakibat buruk bagi masyarakat.

Tambahnya, kinerja inspektur tambang mesti dioptimalkan untuk mengawasi perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Samarinda, selain juga banyaknya komitmen AMDAL yang belum dilaksanakan sebagai mana mestinya.

“Pengawasan terhadap perusahaan tambang perlu dilaksanakan secara rutin dan berkelanjutan, sehingga tidak berakibat fatal bagi masyarakat, sebab kalau sudah kejadian, baru semuanya kalang kabut,” pungkasnya. (adv)