Kasus Pengadaan Tanah, Kejari Samarinda Buru 7 DPO

oleh -
Ilustrasi DPO/aktualitas.id

PUBLIKKALTIM.COM – Pasca tertangkapnya Heryanto alias Wicang pada awal Januari 2023 kemarin, kini jajaran Kejaksaan Negeri (Kejari) Samarinda masih memburu 7 terpidana yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Dari 7 DPO tersebut, dijelaskan kalau satu di antaranya bernama Tatang Dino Hero bahkan membuat kerugian negara hingga Rp 3,2 miliar.

Oleh sebab itu, sejak 2017 silam Tatang resmi tercatat sebagai DPO Kejari Samarinda.

“Iya sudah masuk DPO sejak 2017 dan terus kita lakukan pencarian hingga saat ini,” ucap Kasi Intelejen Kejari Samarinda, Mohammad Mahdi, Senin (23/1/2023).

Lanjut dijelaskannya, untuk perkara yang menjerat Tatang adalah terkait pengadaan tanah untuk keperluan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda, tepatnya di Kecamatan Samarinda Ulu pada tahun 2003 hingga 2006 silam.

Sebab pengadaan tanah itulah nama Tatang kemudian mencuat dan ditetapkan sebagai buronan Korps Adhyaksa dengan menerbitkan surat bantuan pencarian bernomor 6387/Q.4.11/Fd.1/08/2017 tanggal 15 Agustus 2017.

“Lokasi tanahnya itu ada di jalan Kadrie Oening, Kelurahan Air Hitam,” tambahnya.

BERITA LAINNYA :  Pemkot Sosialisasikan Perwali No. 31 Tahun 2022, Ali Fitri Noor Harap Pegawai Disiplin Jalankan Aturan

Selain itu, Mahdi juga menjelaskan bahwa Tatang adalah Direktur utam (Dirut) CV. Prima Sejahtera dan bukan pejabat Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Iya sampai saat ini masih kami lakukan perburuan,” tegasnya.

Selain itu, lanjut dijelaskannya DPO Kejari Samarinda hingga saat ini tercatat sebanyak 7 orang termasuk Tatang.

“Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejari Samarinda, tetap berupaya bersinergi dengan para Penegak Hukum, dan berkoordinasi dengan Tim Tangkap Buron Kejaksaan Tinggi dan Kejaksaan Agung dalam hal mencari para buron, dan dapat kami tegaskan bahwa tidak ada tempat aman bagi para buron Kejaksaan, serta kami himbau segera menyerahkan diri secepatnya,” pungkasnya. (*)