PUBLIKKALTIM.COM – Pindah ke Partai Golkar, Wakil Bupati Bandung periode 2021-2026 Sahrul Gunawan membeberkan alasannya.
Dia mengaku gagal memperjuangkan perubahan selama berada di Partai NasDem.
Ia akhirnya memilih mundur dari Partai Nasdem per 16 Maret 2022.
Untuk diketahui, Sahrul Gunawan diusung Partai Nasdem pada Pilkada Kabupaten Bandung 2020 bersama Dadang Supriatna.
Adapun pernyataan mundur Sahrul Gunawan disampaikan melalui surat resmi yang ia tandatangani dan ditujukan ke Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Nasdem Jawa Barat.
Dalam keterangan tertulisnya, Kamis (17/3), Sahrul mengungkapkan alasan dirinya mengundurkan diri dari Nasdem.
“Saya menyadari Partai Nasdem dengan jargon ‘Semangat Restorasi’ adalah partai yang bergerak dengan nilai filosofis perubahan. Sebuah nilai agung dalam berjuang serta bergerak di dunia perpolitikan,” ujar Sahrul dikutip dari cnnindonesia.com.
“Karena dengan nilai-nilai restorasilah, bangsa ini akan kembali pada jati dirinya sebagai bangsa yang besar dengan mengedepankan nilai-nilai filosofis kebangsaanya,” lanjutnya
Namun dalam perjalanannya, Sahrul terkadang merasa jatuh ke dalam pemikiran atas refleksi jabatan serta amanah yang ia emban.
Dia merasa belum mampu menjadi kader terbaik Nasdem dengan semangat restorasinya.
“Saya masih banyak menemukan kendala baik itu pemikiran yang segar maupun tindakan yang seharusnya saya lakukan sebagai manusia biasa yang hari ini berada di dalam sistem pemerintahan. Begitu banyak hal bodoh dan ketidaktahuan yang saya alami ketika saya menghadapi tantangan-tantangan permasalahan dalam rangka menjawab sebuah proses perubahan di Kabupaten Bandung,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, Wakil Bupati Bandung Sahrul Gunawan hengkang dari Partai NasDem ke Partai Golkar.
Merespon hal itu, NasDem menilai Sahrul Gunawan jadi beban partai.
Ketua Dewan Pertimbangan Partai NasDem Jawa Barat Rajiv, dilansir dari detik Jabar mengatakan Sahrul bukan lagi bagian dari NasDem.
Kartu tanda anggota Sahrul Gunawan pun otomatis sudah dinonaktifkan.
“Untuk KTA otomatis sudah tidak aktif,” ujar Rajiv, Kamis (17/3/2022) dikutip dari detik.com
Nasdem justru tak merasa kehilangan Sahrul pindah ke Partai Golkar.
Bahkan, menurutnya, kader seperti Sahrul hanyalah beban bagi partai.
“NasDem tidak pernah merasa kehilangan dengan Sahrul Gunawan, karena hadirnya dia jadi beban Partai NasDem, khususnya Kabupaten Bandung,” terangnya.
Alih-alih merasa rugi, NasDem bahkan merasa bersyukur.
“NasDem justru bersyukur, sebelum 2024 masuk tahun politik, kader-kader yang tidak mempunyai mental petarung dan tidak mempunyai etika politik sudah tereliminasi dengan sendirinya,” pungkasnya. (*)