PUBLIKKALTIM.COM, SAMARINDA – Di kediaman bapak Rudi di jalan Muso Salim, Kelurahan Karang Mumus, Samarinda, Andi Harun menyempatlan bersilaturahmi langsung didampingi beberapa orang terdekat.
Meski lokasi tersebut berada di dalam gang sempit, tetap tak menyurutkan antusias warga untuk hadir dan bercengkrama bersama Andi Harun.
Dalam kesempatan itu, AH sapaan akrabnya, sedikit bercerita tentang kondisi kota Samarinda. Ia menuturkan, minimnya ketersediaan lapangan kerja menjadi salah satu faktor lambannya pertumbuhan ekonomi di kota Tepian.
“Dari segi pendidikan saja, setiap tahun kampus negeri maupun swasta mencetak ribuan lulusan sarjana. Sementara kenyataannya lapangan pekerjaan yang tersedia tidak sebanding dengan jumlah tersebut,” ujar Andi Harun saat bercengkrama dengan warga, Rabu (12/2/2020).
Pemerintah dalam hal memiliki kewajiban untuk mendatangkan investor agar bisa membuka perusahaan-perusahaan swasta yang nantinya tentu akan banyak menyerap tenaga kerja.
“Ibu-bapak semua bicara lapangan kerja tentu ini yang menjadi masalah, kalau berharap anak-anak kita jadi pegawai negeri setahun cuma 2 kali dibuka, itupun hanya beberapa ratus orang yang diterima, tidak akan mampu mengatasi persoalan lapangan kerja,” terangnya.
Tetapi untuk mewujudkan itu pertama-tama dari segi infrastruktur Samarinda harus siap terlebih dahulu.
Ia mengatakan, Samarinda harus memiliki pasokan listrik yang cukup agar kegiatan industri dapat tercipta.
“Samarinda harus mempunyai PLTU sendiri, jangan sampai kita terus kalah dengan daerah lain seperti daerah Jawa dan Sulawesi,” pungkasnya.
“Kita adalah pemasok batu bara keseluruh daerah di Indonesia, batu bara sendiri merupakan bahan bakar PLTU, kan lucu orang yang tidak punya batu bara saja bisa mendirikan PLTU, masa kita dengan batu bara berlimpah tidak punya satu pun PLTU. Kedepan tugas besar pemimpin harus dapat mendirikan PLTU di Samarinda,” ucapnya.
Menanggapi hal itu, Rudi mengatakan, apa yang disampaikan Andi Harun tidak lepas dari apa yang dirasakan dan dikeluhkan oleh sebagian warga di sekitar tempat tinggalnya.
Banyaknya pengangguran tentu akan seiring sejalan dengan ketimpangan ekonomi dan kesenjangan sosial di masyarakat.
“Pembangunan ekonomi disini tidak merata, dibuktikan dengan masih banyaknya masyarakat yang membutuhkan bantuan Raskin (Beras Miskin), bantuan pendidikan, bantuan perbaikan rumah, bantuan kesehatan, dan lain sebagainya,” ujarnya saat di wawancara usai acara.
Ia berharap, jika Andi Harun terpilih menjadi Walikota, dengan program yang direncanakan dengan baik mampu menyelesaikan persoalan yang ada di kota Samarinda.
Menutup wawancara, ia mewakili warga yang hadir mengaku senang dan bangga dapat bertemu langsung dengan Andi Harun.
“Saya ucapkan terimakasih kepada bapak Andi Harun yang menyempatkan diri datang ke tempat kami untuk bersilaturahmi, dan saya ucapkan terimakasih kepada warga sekitar yang sudah sangat antusias untuk hadir,” tutupnya. (*)