“Mereka harus menyerap anggaran sekitar Rp10 miliar dalam waktu tiga bulan dan sangat tidak mungkin menyerap anggaran sebesar itu,” ujar Samri, sapaan akrabnya.
Lebih lanjut, Samri membandingkan anggaran Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda dengan anggaran Disperkim Samarinda.
Anggara Dinas PUPR Samarinda mencapai Rp1,7 triliun, sementara Disperkim Samarinda hanya Rp99 miliar.
Samri menyebut alokasi anggaran Rp99 miliar itu tergolong kecil jika dibandingkan dengan anggaran Dinas PUPR.
Untuk itu, DPRD Samarinda, sebutnya, akan terus berkomitmen untuk memberdayakan Disperkim ke depannya.