PUBLIKKALTIM.COM, SAMARINDA – Operasional bandar udara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto di Sei Siring Samarinda telah operasional sejak 2018 lalu.
Namun, beranjak hingga Oktober 2019, belum ada sumbangan pendapatan ke daerah yang dihasilkan di APT Pranoto.
Hal ini dikeluhkan Wakil Ketua DPRD Kaltim, Muhammad Samsun, usai menggelar pertemuan dengan Dirjen Perhubungan Udara, Kementrian Perhubungan, Kamis (24/10/2019) lalu.
“Sampai hari ini daerah (Kaltim) belum mendapatkan PAD satu Rupiah pun dari pengoperasian APT. Pranoto, sampai hari ini, sejak dioperasikan,” ungkap Samsun.
Menurut legislator asal Kutai Kartanegara (Kukar) ini, belum jelasnya pola kerjasama pengelolaan bandara APT. Pranoto yang menyebabkan daerah dirugikan.
“Pola kerjasama pengelolaan APT. Pranoto itu yang harus segera di finalkan, segera dibahas. Kita mau yang mana. Daerah rugi kalau terus begini,” lanjut pria yang juga menjabat Bendahara DPD PDI Perjuangan Kaltim ini.

Kekesalan Samsun bukan tanpa alasan, sedikitnya 1,5 Triliun APBD Kaltim digunakan untuk membangun Bandara yang dulu bernama Bandara Samarinda Baru ini. “Aset kita 1,5 Triliun tertanam disitu, Kaltim dapat apa? Ini masih belum jelas. Makanya harus segera dipertegas,” tambah Samsun.
“Mestinya, selain asas manfaat, kita juga diuntungkan secara pendapatan daerah, itu yang harus digenjot. (advertorial)