PUBLIKKALTIM.COM, SAMARINDA – 16 hari setelah seorang bocah berusia 4 tahun bernama Ahmad Yusuf Ghazali yang hilang di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Jalan AW Sjahranie, tepatnya Jumat (22/11/2019) lalu, warga di kawasan Jalan Pangeran Antasari II, Gang 3, RT 30, Kelurahan Teluk Lerong Ilir, Samarinda Ulu, Minggu (8/12/2019) dihebohkan dengan penemuan jenazah balita.
Dari dugaannya, ada kemungkinan jika jenazah itu masih berkaitan dengan hilangnya Yusuf. Karena Yusuf menghilang sudah lebih dari dua pekan, mirip dengan kondisi jenazah yang diperkirakan telah lebih dari 10 hari. Sedangkan usianya, mereka sepantar, yakni sama sama 4 tahun.
Dilihat dari kondisinya, jenazah balita yang diperkirakan berusia 4 tahun ini sangat ironis. Ia ditemukan tanpa kepala, setengah lengan kanannya tak ada. Kedua telapak kakinya pun demikian.
Bahkan sebagian tulang di bagian dadanya tampak keluar. Sekujur tubuhnya pun pucat. Jenazah bocah malang itu diketahui mengenakan pakaian lengkap. Memakai baju kaos hitam lengan pendek dan celana pendek bercorak.
Dijelaskan warga sekitar bernama Ika (30), pagi itu dirinya saat hendak membuka jendela rumah, yang menghadap ke eks anak Sungai Karam Asam itu, dikejutkan dengan jenazah bocah malang tersebut.
“Setiap pagi saya buka jendela, saya lihat ada seperti bayi di sungai tapi kurang yakin,” jelasnya.
Merasa ragu, lantas Ika memanggil suaminya untuk memastikan jenazah balita naas tersebut. Ketika di cek, ternyata kecurigaan Ika itu benar.
“Saya kira sampah, pas di cek suami ternyata benar kalau bayi, tubuhnya sudah nggak utuh,” terangnya.
Setelah mengetahui kebenaran itu, Ika dan sejumlah warga langsung melaporkan ke ketua RT.
“Langsung lapor RT dan lapor polisi,” pungkasnya.
Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Samarinda Ulu, Ipda M Ridwan menerangkan jasad yang ditemukan warga diduga berumur di bawah lima tahun.
“Dugaan jika jenazahnya sudah sekitar 10 hari, karena bagian tubuhnya tidak lagi utuh,” terangnya.
Ditanya soal dugaan jasad tersebut adalah balita Yusuf Ahmad Gazali (4), pihaknya belum bisa memastikan karena melihat kondisi jasad yang tidak utuh.
“Kami belum bisa pastikan dan kami juga memanggil orang tuanya untuk memastikan, tetapi mereka juga belum bisa pastikan. Jadi untuk memastikan kami akan mengambil baju dan celananya untuk dibersihkan kemudian diperlihatkan pada mereka,” tandasnya. (*)