PUBLIKKALTIM.COM – Berita mancanegara yang dikutip PUBLIKKALTIM.COM tentang Kedubes Amerika di Seoul dukung Black Lives Matter.
Gedung Kantor Kedutaan Besar Amerika Serikat di Seoul, Korea Selatan, memasang spanduk bertuliskan Black Lives Matter berukuran besar di tengah gelombang unjuk rasa di AS dan sejumlah negara Barat untuk memprotes tewasnya pria kulit hitam George Floyd.
Staf kedubes juga mengunggah foto untuk mendukung kampanye anti-rasisme, yang terjadi di sejumlah kota di AS.
“Kedubes AS berdiri dalam solidaritas dengan rakyat Amerika, bersedih dan memprotes secara damai untuk meminta perubahan yang positif. Spanduk #BlackLivesMatter menunjukkan dukungan kami untuk upaya melawan ketidak-adilan ras dan tindakan brutal polisi seiring upaya menjadi masyarakat lebih inklusif dan adil,” begitu pernyataan kedubes dalam cuitan pada Sabtu, 13 Juni 2020.
Unggahan ini dibarengi foto spanduk berwarna hitam dan putih seperti dilansir Reuters.
Duta Besar AS untuk Korea Selatan, Harry Harris, mencuit ulang pesan itu dan menambahkan pesan,”AS adalah bangsa yang bebas dan beragam. Dari keberagaman itu kita memperoleh kekuatan.”
Demonstrasi Black Lives Matter terjadi di sejumlah kota di AS memprotes tewasnya pria kulit hitam George Floyd setelah ditangkap polisi pada 25 Mei 2020.
Polisi kulit putih Derek Chauvin menindih leher belakang George Floyd selama nyaris 9 menit, yang membuat pria itu kesulitan bernapas.
Pemasangan spanduk raksasa di kantor kedubes AS ini terbilang jarang.
Ini merupakan bentuk dukungan terbuka atas protes oleh seorang pejabat yang dipilih Presiden Donald Trump.
Padahal, Trump mengaitkan demonstrasi, yang juga diwarnai tindak kekerasan dan penjarahan ini, dengan kelompok preman.
Pada 2019, Kedubes AS di Seoul ini juga menjadi pemberitaan setelah memasang spanduk pelangi. Ini dilakukan untuk mendukung komunitas LGBTQ.
Harris, yang pernah bertugas selama 40 tahun di AL AS, mulai bertugas di Seoul pada 2018 setelah dipilih Trump. Dia mengatakan secara pribadi ke rekannya bahwa dia berencana untuk berhenti dari posisinya sebelum akhir tahun ini. (*)