PUBLIKKALTIM.COM – Menghargai umat Hindu di Kota Tepian, Wali Kota Samarinda Andi Harun secara resmi membuka kegiatan mengarak Ogoh-ogoh.
Kegiatan itu merupakan sebuah tradisi yang mencerminkan sifat manusia yang negatif.
Ogoh-ogoh juga diartikan sebagai ekspresi nilai-nilai religius dan ruang-waktu sakral berdasarkan sastra-sastra agama.
Orang Hindu memberikan dukungan penuh terhadap acara ini, sambil berharap kebaikan dan kemuliaan bagi umat Hindu.
Dalam kesempatan itu, Andi Harun memberikan ucapan selamat Hari Suci Nyepi kepada umat Hindu di Samarinda.
Andi Harun juga mengapresiasi ketaatan umat Hindu dalam menjalankan tradisi Nyepi.
“Saya menyampaikan selamat Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1946 kepada umat Hindu di Samarinda. Terima kasih kepada umat Hindu yang telah menjalankan rangkaian Hari Suci Nyepi tahun ini dengan khidmah,” ucap Andi Harun.
Ia menjelaskan nilai-nilai Nyepi yang dipraktikkan umat Hindu, termasuk catur brata penyepian yang melibatkan pengendalian diri dan introspeksi.
“Dengan menjalankan rangkaian Nyepi ini, umat Hindu memberikan jeda waktu kepada alam semesta untuk menata kembali keseimbangannya, memuliakan alam, dan juga memuliakan kemanusiaan kita,” jelasnya.
Ia mengatakan kegiatan ini untuk menjadikan peringatan Nyepi sebagai momentum untuk introspeksi diri, menata kembali sikap dan perilaku dalam menjaga keharmonisan dengan alam, sesama, dan Sang Pencipta.
“Pergantian Tahun Baru Saka ini diharapkan memberikan vibrasi positif bagi kehidupan baru, sebagai gargita untuk bersama mewujudkan keharmonisan, kedamaian di Samarinda,” pungkasnya. (Advertorial)