Beri Karpet Merah, Golkar Siap Berkoalisi dengan Andi Harun di Pilwali Samarinda 2024

oleh -
oleh
Plt Ketua Golkar Samarinda Nidya Listiyono/IST

PUBLIKKALTIM.COM – Menjelang Pilkada Serentak 2024, sejumlah tokoh politik Samarinda bermunculan untuk dampingi Andi Harun di Pilkada serentak 2024.

Diantaranya Nidya Listiyono yang masuk bursa Calon Wakil Wali Kota (Cawawali) Samarinda Andi Harun di Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Samarinda 2024.

Meski Andi Harun sudah resmi mendaftar lewat jalur independen di KPU belum lama ini.

Namun secara tegas, Andi Harun menyatakan masih membuka kans untuk maju di Pilkada Samarinda 2024 lewat jalur partai.

Oleh sebab itu, Nidya Listiyono yang telah lama berkecimpung dalam kancah politik lokal, dinilai memiliki kesempatan untuk mendampingi wali kota petahana tersebut.

Terkait hal itu, Nidya mengaku sempat bertemu dengan Andi Harun membicarakan terkait rencana kerjasama politik ini.

“Kemarin terakhir ketemu di acara KPU, Insya Allah beberapa hari ke depan kalau sama–sama ada waktu, ngopi bareng lah,” ujar Tio, sapaan akrabnya, Kamis (16/5/2024).

“Hari ini kalau bicara petahana, kalau kita bisa bersama–sama, bagus. Saya kalau bersama bang AH (Andi Harun) kolega juga di DPRD, beliau senior saya, banyak ngobrol juga,” ungkapnya.

Tio juga menambahkan bahwa jika bicara koalisi, tentu Golkar berharap Andi Harun bersama Gerindra-nya bisa bekerja sama seperti pada Pilpres Februari 2024 lalu yang mana sama–sama memenangkan paslon Prabowo–Gibran.

“Kalau bicara bisa bareng nggak, kalau beliau mau, kenapa tidak, kira–kira begitu. Persiapan pasti kita komunikasi dengan teman–teman partai (internal). Kita berpasangan dengan siapa bagaimana masih komunikasi politik kita bangun,” tegasnya.

Plt. Ketua DPD Golkar Samarinda yang juga Bendahara Golkar Kaltim ini menegaskan bahwa pada intinya, dalam berpolitik pada Pilkada kali ini akan mencoba merangkul semua lini termasuk parpol.

Meski Tio sendiri mendengar bahwa Andi Harun juga mencoba peluang maju di Pilwali 2024 menggunalan jalur perseorangan atau independen.

“Wakilnya untuk maju ke independen (perseorangan) Pak Syaparudin, tapi tidak menutup kemungkinan beliau maju jalur partai, beliau kan Ketua Partai. Masih kabar burung, masih omon–omon, nanti saya akan coba bertemu beliau,” pungkasnya.

Sebelumnya, nama bursa Cawawali yang mendekati petahan Andi Harun terdapat juga nama politisi Partai NasDem Kaltim yang juga kolega di DPRD Kaltim, yakni Saefuddin Zuhri.

Ia menegaskan maju dan mendaftar ke beberapa partai termasuk di internal untuk maju sebagai bakal Cawawali Kota Samarinda.

“Ya saya berniat untuk maju di Pilkada Samarinda. Kalau saya khusus (mendaftar) untuk Wakil Wali Kota,” tegasnya, Senin (13/5/2024) lalu.

Bidikan Saefuddin Zuhri terkait siapa pendampingnya belum mau ia ungkapkan.

Namun yang pasti, komunikasi politik dengan figur melalui partai politik (parpol) tengah berjalan.

Informasi yang didapat media ini, ia berkomunikasi dengan petahana yakni Andi Harun juga diakuinya.

Tetapi, ia juga membuka komunikasi dengan figur dari partai lainnya.

“Semua juga harus dibidik figur (pendampingnya), semua dengan teman–teman (politisi) ya menjalin komunikasi. Ya namanya komunikasi (politik), mau petahana (Andi Harun) dan yang lainnya berjalan. Kalau kita kan orang partai, jadi komunikasi membawa nama partai,” jelas ujar pria yang juga menjabat Ketua Umum (Ketum) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Silaturahmi Keluarga Jawa Kalimantan (Si Jaka) tersebut.

BERITA LAINNYA :  Meski Tak Menyalahi Aturan KPU, Bawaslu Samarinda Minta Dishub Tertibkan APK di Angkutan Umum

Menurut Pengamat Politik Universitas Mulawarman (Unmul), Budiman Chosiah figur bakal Cawawali Samarinda untuk Pilkada 2024 menarik untuk dicermati.

Terlebih melihat hasil survei terakhir incumbent atau petahana Andi Harun.

Politisi yang karib disapa AH ini mencatatkan angka kepuasan masyarakat terhadap program–programnya hampir mencapai 90 persen.

Tentu membuat partai lain berhitung untuk menggaet Ketua DPD Gerindra Kaltim ini menjadi pasangan calon di Pilkada Samarinda jika melalui jalur parpol

Maka tak salah menurut Budiman, jika figur–figur yang ada terkini, memang sedang mempersiapkan diri untuk mendampingi Andi Harun sebagai Calon Wakil Wali Kota Samarinda.

Terlebih memang figur “orang jawa” dari segi etnisitasnya bisa sangat berpengaruh Pilkada Samarinda ke depan.

Dari hasil survei LSI Denny JA bulan April 2024 lalu, dari segi etnisitas, pemilih Andi Harun tergambar:

-Jawa; 85,9 persen

-Banjar; 82,7 persen

-Bugis; 91,5 persen

-Kutai; 84,4 persen

-Lainnya; 94,4 persen

“Apalagi melihat survei terakhir beliau (Andi Harun), tingkat kepuasan masyarakat kepada programnya, jadi wajar saja nama–nama tersebut tujuan akhirnya 02. Dengan angka di survei ibarat kata dipasangkan sandal jepit akan menang, seperti Pak SBY waktu menuju periode kedua,” ujar Budiman, Senin (6/5/2024).

Lebih lanjut dikatakan Budiman, memang sangat tampak kecerdasan Andi Harun, ketika misalnya peluang tidak diusung partai menipis, maka langkah maju melalui jalur perseorangan juga sangat dimungkinkan jadi opsi melangkah ke periode kedua.

“Langkah cerdas Andi Harun mengambil langkah antisipatif dengan mempertimbangkan jalur independen,” terangnya.

Namun demikian, statement AH untuk memprioritaskan partai, masih ada peluang untuk nantinya diusung.

Tetapi memang calon wakil-nya sangat menentukan untuk diajak berduet pada periode keduanya, atau politik yang dinamis ini juga bisa mempertahankan petahana dengan wakilnya saat ini.

Namun demikian, statement AH untuk memprioritaskan partai, masih ada peluang untuk nantinya diusung.

Tetapi memang calon wakil-nya sangat menentukan untuk diajak berduet pada periode keduanya, atau politik yang dinamis ini juga bisa mempertahankan petahana dengan wakilnya saat ini.

Namun publik sangat menunggu apa langkah AH ke depan, terlebih hasil survei tinggi juga bisa menjadi patokan parpol berhitung ulang untuk mendukung pertahana di Pilwali 2024.

Untuk memenangkan kontestasi juga sangat menentukan wakil.

Beberapa indikatornya bisa etnisitas, agama, dan sisi geopolitik, wilayahnya, ketika Andi Harun menguasai Kecamatan Kota Samarinda.

“Misalnya, bisa wakilnya menguasai dapil lain, jadi Pilkada Samarinda ini sangat menarik dicermati,” pungkas Budiman. (*)