PUBLIKKALTIM.COM – Berita Nasional yang dikutip PUBLIKKALTIM.COM tentang buruh minta THR tidak dicicil.
Menjelang bulan puasa dan Idul Fitri, pembahasan THR sudah ramai diperbincangkan.
Pembahasan THR ini terkait buruh minta THR tidak dicicil dan dibayar full 100% alias tidak dipotong.
Tetapi hingga saat ini masih belum ada kejelasan.
Pemerintah melalui Kemnaker masih membahas mekanisme pembayaran THR tahun ini.
Lalu apa kata pengusaha?
Para pengusaha meminta aturan THR 2021 tetap memperhatikan cash flow perusahaan. Khususnya pelaku industri swasta.
Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Kadin DKI Jakarta Sarman Simanjorang menyebut, kinerja perusahaan secara mayoritas masih terkontraksi.
Meski upaya pemerintah memberikan stimulus bagi korporasi, pemberlakuan kebijakan pembatasan pergerakan masa dinilai masih mempengaruhi pertumbuhan bisnis perusahaan.
“Dalam kondisi ini pemerintah harus segera menerbitkan Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja tentang juklak dan juknis THR 2021 dengan memperhatikan dengan sungguh-sungguh kondisi pelaku usaha akibat pandemi Covid-19,” kata Sarman kepada MNC Portal Indonesia, Minggu (21/3/2021).
Dalam catatannya, manajemen perusahaan bukannya tidak ingin memberikan kewajiban atau hak karyawan yang diamanahkan Permenaker Nomor 6 Tahun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan bagi Pekerja atau Buruh Perusahaan.
Namun, perlu skema untuk mempertimbangkan kondisi korporasi.
Dia merekomendasikan, perseroan yang memiliki kemampuan membayar THR dapat membayar tujuh hari sebelum Idul Fitri 2021.
Sebaliknya, bagi pengusaha yang tidak mampu dapat melakukan perundingan dua antara buruh dan manajemen (bipartit) untuk mencari skema dan solusi terbaik.
“Pengusaha bukannya tidak mau membayar THR 2021, akan tetapi memang kondisi keuangan yang sudah teramat berat akibat omzet yang turun tajam, mampu bertahan saja sudah sangat baik,” katanya. (*)
Artikel ini telah tayang di okezone.com dengan judul ‘Soal THR, Pengusaha: Bukannya Tak Mau Bayar tapi’ https://economy.okezone.com/read/2021/03/21/320/2381366/soal-thr-pengusaha-bukannya-tak-mau-bayar-tapi?page=2