PUBLIKKALTIM.COM, SAMARINDA – Usai sudah masa observasi di Natuna selama dua pekan, 14 mahasiswa asal Kaltim kini telah pulang ke daerah asal mereka.
Mereka pulang ke Bumi Etam dengan dua kloter penerbangan pada Minggu, (16/2/2020). 9 mahasiswa tiba di Bandara APT Pranoto Samarinda, pada pukul 11:00 Wita, menggunakan pesawat Airbus A320 Batik Air. Sementara 5 mahasiswa lainnya, tiba di Kaltim melalui Bandara SAMS Balikpapan.
Innesa Alviani Nur Fadila, salah satu mahasiswa yang berhasil dievakuasi di Wuhan, menyampaikan rasa bahagia bisa kembali ke Kaltim, dan bertemu keluarga. Ia juga bahagia diterima dengan baik oleh masyarakat.
“Senang banget. Masyarakat bisa terima kami. Bisa ketemu keluarga. Masyarakat juga merima kami dengan senang. Tidak membedakan kami yang membawa virus,” kata Innesa.
Innesa lalu bercerita pengalamannya selama menjalani proses observasi di Natuna. Ia bersama 237 warga lainnya menjalani karantina yang nyaman dengan fasilitas lengkap. Bahkan selama 14 hari menjalani masa observasi Innesa mengaku tidak bosan menjalani karantina.
“Semua terstruktur, nyaman banget di sana. Saya anak rumahsn yang gitu-gitu doang kerjaannya. Jadi biasa aja beraktivitas di sana,” jelasnya.
Untuk kegiatan rutin selama masa observasi, ia bersama mahasiswa lainnya, wajib melakukan olahraga pagi dan sore. Di sore hari diisi oleh kegiatan bermain bersama psikolog. Bahkan tak jarang petugas dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) ikut bermain bersama para mahasiswa ini. Sementara pukul 10 malam, mereka semua wajib masuk tenda untuk istirahat.
“Olahraga pagi sore. Wajib masuk tenda jam 10. Sore ada kegiatan main game, sama ibu psikolog. Bapak-bapak TNI biasa ikut,” ungkapnya.
Yang paling berkesan selama menjalani masa observasi bagi Innes, adalah kebersamaan antar mahasiswa selama karantina. Banyak suka duka, berbagi cerita hingga saling menghibur.
“Kebersamaannya. Suka duka bareng-bareng di sana. Ketemu sama orang dari Sabang sampe Merauke. Beda bahasa, kadang coba-coba pakai bahasa Cina,” imbuhnya.
Terkait masa depan studinya di Wuhan, Tiongkok, mahasiswa Hubei Minsui University ini menjelaskan, bila memungkinkan ia akan kembali ke Tiongkok untuk melanjutkan studi. Namun, untuk sementara pihak kampus tempatnya menimba ilmu tengah merancang program kelas online.
“Saya akan balik ke Tiongkok. Karena saya harus kuliah. 17 harusnya masuk. Kampus saya merencanakan kelas online. Nah, saya masih menghubungi kampus, kapan dimulainnya kelas online kami,” bebernya.
Setelah pulang kembali ke Samarinda, hal yang ingin dilakukan Innesa adalah menyantap bakso, yang merupakan makanan favoritnya.
“Pulang pengen makan bakso, lama gak makan,” terangnya.
Pemprov Kaltim Fasilitasi Hingga ke Daerah Asal
Setelah sampai di Bandara APT Pranoto Samarinda, ke 9 mahasiswa ini langsung di jemput dan diserahterimakan ke pihak keluarga yang telah menunggu di bandara. Namun, bagi yang tidak dijemput pihak keluarga, Pemprov Kaltim akan memfasilitasi kepulangan mahasiswa yang bersangkutan ke daerah asal.
“Setelah tiba, para mahasiswa ini langsung diserahterimakan kepada orang tua dan bagi yang tidak dijemput keluarga, Pemprov Kaltim memfasilitasi hingga ke daerah masing-masing,” kata Asisten Administrasi Umum Setprov Kaltim, Fathul Halim.
Dirinya juga menegaskan bahwa para mahasiswa yang berhasil pulang dari Natuna, dalam keadaan sehat dan telah dinyatakan tidak terpapar virus corona. Sehingga masyarakat diimbau tidak perlu khawatir.
“Mereka dalam keadaan sehat, selama di Wuhan juga dalam keadaan sehat. Namun, observasi memang harus dilalui guna lebih menjamin kondisi mereka secara menyeluruh,” pungkas Fathul Halim.
14 warga asal Kaltim yang menjalani masa observasi di Natuna, di antaranya 4 orang berasal dari Balikpapan, 1 orang dari Kutai Barat, 8 orang asal Samarinda, dan 1 orang dari Tenggarong (Kukar)
Berikut nama-namanya:
Balikpapan
1. Fuad Ilmi
2. K. Ristia Delly Rahman
3. Mariana Febriana Chariah
4. Rizma Jatinur
Kutai Barat
1. Paulina Sonali
Samarinda
1. Dexi Felia Wenny Pali
2. Faravita Firdausi Hisy
3. Fatimah Bachri
4. Innesa Alviani Nur Fadila
5. Rafiatul Luklu
6. Raissa Rosalind
7. Rizka Nurazizah
8. Syarifah Nur Kholifah Saing
Kukar
1. David Samjar Sirupa. (*)