PUBLIKKALTIM.COM, SAMARINDA – Melonjaknya kasus konfirmasi positif Covid-19 di Samarinda mengakibatkan terjadinya peningkatan hasil limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) atau limbah medis.
Dari keterangan Kepala Seksi Pengelolaan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda, Hesni Yusuf, limbah B3 didominasi alat kesehatan disposible atau alat medis sekali pakai.
“Kalau berdasarkan hasil laporan memang meningkat signifikan. Karena terhimpun dari seluruh faskes di Samarinda,” ucap Hesni Yusuf saat dikonfirmasi awak media, Sabtu (14/8/2021).
Berdasarkan data yang dikelola melalui bidang B3, nantinya peningkatan jumlah limbah medis yang ada akan dilaporkan ke Kementerian Lingkungan Hidup melalui DLH Kaltim.
Data tersebut dihimpun dari masing-masing Faskes dari 10 Kecamatan se-Kota Samarinda.
“Data ini berasal dari masing-masing faskes yang sebelumnya ditunjuk dari 10 kecamatan. Lalu dikumpulkan di Rumah Sakit AW Sjahranie,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, limbah seperti sarung tangan, masker dan bahan disposible lainnya yang telah terkumpul di Rumah Sakit AW Sjahranie yang saat ini menjadi pusat pengumpulan limbah medis, nantinya akan langsung dimusnahkan dengan cara dipotong dan dibakar.
“Kalau limbah medis dengan kategori berat, ada tempat khusus untuk mengelolahnya, tempatnya di Samboja dan Balikpapan,” jelasnya.
Selain itu, saat di tanya terkait apakah ada fasilitas kesehatan yang membuang limbah medis di luar prosedur, Hesni menyebutkan belum menemukan hal semacam itu terjadi di Samarinda.
“Saat ini belum ada menerima laporan dari tim lapangan. Tapi kalaupun ada biasanya dilaporkan dengan bukti foto atau data pendukung lainnya,” paparnya.
Hesni mengimbau kepada warga yang sedang isolasi mandiri akibat terpapar Covid-19, agar menyiapkan tempat sampah khusus, sehingga tidak dibuang secara sembarangan. (*)