Dokter Sunardi Tewas Ditembak, Komnas HAM Akan Panggil Densus 88

oleh -
oleh
Mohammad Choirul Anam/tempo.co

PUBLIKKALTIM.COM – Sunardi seorang dokter yang diduga terlibat dalam jaringan terorisme ditembak mati oleh tim detasemen khusus 88 polri beberapa hari lalu.

Polisi menganggap Sunardi terlibat dalam jaringan teror Jamaah Islamiyah (JI).

Polisi mengklaim Sunardi melakukan perlawanan pada saat hendak ditangkap.

Sehingga petugas harus menembak mati di tempat.

Terkait hal itu, Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Choirul Anam menyatakan pihaknya akan memanggil pihak Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri yang tembak mati dokter Sunardi tersebut.

“Kami berencana ya Minggu depan kami akan meminta keterangan kepada pihak kepolisian khususnya kepada pihak Densus 88,” ujar Choirul dalam video resminya di kanal YouTube Humas Komnas HAM RI dikutip Minggu (13/3).

Ia menyatakan pemanggilan itu bertujuan agar Komnas HAM mendapatkan semua informasi soal tewasnya Sunardi.

Namun ia tak merinci secara spesifik hari pemanggilan itu akan dilakukan.

BERITA LAINNYA :  Detik-detik Pelajar Kelas 3 SMA di Gowa Ditangkap Densus 88

“Dan membuat terangnya peristiwa,”ujarnya.

Komnas HAM, menurut Choirul, memberi perhatian khusus atas kasus tewasnya Sunardi.

Ia mengaku tengah sedang mengumpulkan berbagai informasi dari berbagai pihak meski belum mendalam.

Ia juga mengakui beberapa hari terakhir rekan sejawat dari dokter Sunardi dari IDI Sukoharjo berkomunikasi dengan Komnas HAM.

Mereka meminta atensi kepada Komnas HAM untuk melakukan monitoring pemantauan terhadap peristiwa ini.

“Nah kami juga berharap ketika temen-temen Densus bisa datang ke Komnas HAM itu juga membawa bukti-bukti yang memang menunjang keterangannya. Sehingga memang kerjanya cepat, kita bisa efektif, yang memotret apa peristiwa dan bagaimana peristiwanya,” pungkasnya. (*)