DPRD Samarinda Dukung Koperasi Merah Putih, Kesiapan Teknis dan Pendanaan Dinilai Jadi Kunci Keberhasilan

oleh -
oleh
Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi/ist

PUBLIKKALTIM.COM – DPRD Samarinda merespon arahan pemerintah pusat yang terus mendorong pembentukan Koperasi Merah Putih sebagai upaya strategis memperkuat ekonomi rakyat dari bawah.

Program tersebut akan menyasar hingga ke tingkat desa dan kelurahan, termasuk di Samarinda.

Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi, menyambut baik inisiatif ini.

Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan upaya memperkuat ekonomi lokal secara mandiri dan berkelanjutan.

Namun, ia juga mengingatkan bahwa kesiapan teknis dan pendanaan menjadi kunci utama keberhasilan program.

“Instruksi ini patut kita dukung, tapi tentu saja perlu perencanaan matang, khususnya dalam hal penguatan kelembagaan dan dukungan modal,” ujar Iswandi, Kamis (19/7/2025).

Di Samarinda, program ini dirancang menyasar 59 kelurahan yang tersebar di seluruh wilayah kota.

Nantinya, koperasi-koperasi yang terbentuk akan diarahkan menjalankan usaha strategis, seperti klinik dan farmasi, guna memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus membuka peluang usaha dan lapangan kerja.

Iswandi juga menekankan pentingnya pengawasan dan pendampingan dari instansi terkait.

BERITA LAINNYA :  Kepala BKD Kaltim Positif Covid-19, Diddy Rusdianyah: Isolasi Mandiri di Rumah

Ia menyebutkan bahwa dari ribuan koperasi yang terdaftar di Samarinda, hanya sekitar 300 unit yang masih aktif.

Kondisi ini menjadi tantangan sekaligus pelajaran agar program Koperasi Merah Putih tidak hanya bersifat seremonial.

“Kuncinya ada pada strategi yang tepat dan sinergi antar pihak. Pemerintah kota dan masyarakat harus berjalan seiring agar koperasi ini benar-benar menjadi wadah pemberdayaan ekonomi yang efektif di tingkat lokal,” tambahnya.

Program Koperasi Merah Putih diharapkan menjadi momentum kebangkitan semangat berkoperasi, memperkuat ekonomi kerakyatan, dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat di akar rumput.

Dengan strategi yang terintegrasi dan pengelolaan profesional, koperasi-koperasi ini bisa menjadi motor penggerak ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan. (advertorial)