PUBLIKKALTIM.COM – Tim nasional Qatar dipastikan tersingkir dari Piala Dunia 2026 setelah menelan kekalahan 1-3 dari Bosnia-Herzegovina pada laga terakhir Grup B di Stadion Seattle, Kamis (25/6) dini hari WIB.
Hasil tersebut membuat tim berjuluk The Maroons gagal melangkah ke babak berikutnya dan harus mengakhiri perjalanan mereka sebagai juru kunci grup.
Qatar sebenarnya datang ke turnamen ini dengan status sebagai salah satu wakil Asia yang cukup diperhitungkan.
Dalam beberapa tahun terakhir, negara Teluk tersebut berhasil mencatat prestasi gemilang dengan menjuarai Piala Asia secara beruntun pada 2019 dan 2024.
Namun, keberhasilan di level kontinental itu tidak mampu mereka ulang di panggung sepak bola dunia.
Kekalahan dari Bosnia-Herzegovina menjadi penutup yang pahit bagi skuad asuhan Julen Lopetegui.
Qatar hanya mampu mengumpulkan satu poin dari tiga pertandingan yang mereka jalani di fase grup.
Catatan Buruk di Fase Grup
Sepanjang turnamen, Qatar gagal meraih satu pun kemenangan.
Satu-satunya poin yang mereka peroleh datang dari hasil imbang melawan Swiss.
Selain itu, mereka harus menerima dua kekalahan yang cukup menyakitkan.
Pada pertandingan pertama, Kanada menghancurkan Qatar dengan skor telak 6-0.
Kekalahan tersebut menjadi salah satu hasil paling mencolok di fase grup.
Setelah itu, Qatar kembali gagal bangkit saat menghadapi Bosnia-Herzegovina dan menyerah dengan skor 1-3.
Dari tiga pertandingan, Qatar hanya mampu mencetak dua gol dan kebobolan 10 kali.
Catatan tersebut menjadikan mereka salah satu tim dengan pertahanan terburuk di fase grup Piala Dunia 2026.
Lopetegui Tekankan Pentingnya Regenerasi
Usai pertandingan, Julen Lopetegui mengakui timnya perlu melakukan evaluasi menyeluruh.
Ia menilai regenerasi pemain menjadi salah satu aspek penting yang harus segera mendapat perhatian.
Menurut Lopetegui, para pemain muda Qatar harus memanfaatkan pengalaman tampil di Piala Dunia sebagai bekal untuk masa depan.
Ia berharap mereka dapat belajar dari pemain yang lebih senior dan berkembang menjadi tulang punggung tim nasional dalam beberapa tahun mendatang.
Pelatih asal Spanyol itu juga menyoroti komposisi skuad Qatar yang memiliki rata-rata usia cukup tinggi, yakni 28,9 tahun.
Angka tersebut menempatkan Qatar di antara lima tim dengan rata-rata usia tertua di Piala Dunia 2026.
Fokus ke Piala Asia 2027
Setelah gagal di Piala Dunia, Qatar kini mengalihkan perhatian ke Piala Asia 2027 yang akan berlangsung pada Januari mendatang.
Sebagai juara bertahan, mereka membawa misi mempertahankan gelar sekaligus membuktikan kualitasnya di level Asia.
Dalam undian grup, Qatar tergabung di Grup D bersama Jepang, Thailand, dan Indonesia.
Turnamen tersebut akan menjadi kesempatan bagi The Maroons untuk bangkit sekaligus memulai proses regenerasi demi menghadapi tantangan yang lebih besar pada masa mendatang. (*)